Hadapi Era AI, Wamen Stella Soroti Tiga Peran Strategis Perguruan Tinggi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengajak generasi muda memandang perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara kritis sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang dibawanya.
Menurut Wamen Stella, kemajuan AI justru menegaskan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya pengetahuan dan inovasi baru.
Pesan tersebut disampaikan Wamendiktisaintek saat menjadi pembicara utama pada Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 bertema Learn & Lead : Rooted in Purpose, Growing for Impact .
Baca juga: Beasiswa Semen Indonesia 2026 untuk Kuliah Gratis di UISI Dibuka, Cek Persyaratannya
Dalam paparannya bertajuk "Bagaimana Keberlanjutan di Era Artificial Intelligence?", Wamen Stella mengajak peserta memahami AI tidak hanya dari sisi potensinya, tetapi juga tantangan yang menyertainya. Dikatakan olehnya bahwa perguruan tinggi perlu memperkuat kemampuan dalam menciptakan pengetahuan baru, mentransmisikan pengetahuan secara bermakna, serta mengkurasi informasi menjadi pengetahuan yang bernilai. Ketiga fungsi tersebut menjadi fondasi agar pendidikan tinggi tetap relevan di era AI.
Baca juga: Mahasiswa Komunikasi MNC University Raih Juara Harapan 2 Peksimida DKI Jakarta 2026
"Universitas itu tujuannya adalah menciptakan pengetahuan baru dan inovasi pengetahuan. Kita perlu sangat memikirkan tiga hal ini: creation of knowledge, transmission of knowledge, curation of knowledge ," katanya, melalui siaran pers, dikutip Selasa (28/7/2026).
Wamen Stella lalu menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menggunakan AI. Mahasiswa perlu membangun kemampuan mengevaluasi hasil keluaran AI agar tidak sekadar bergantung pada teknologi, melainkan tetap mampu menghasilkan pengetahuan dan keputusan yang berkualitas.
Mengakhiri paparannya, Wamen Stella mengajak peserta terus mengembangkan kapasitas untuk menciptakan nilai tambah yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
"Jika kalian sebagai manusia-manusia unggulan mampu menciptakan pengetahuan, mampu mentransmisi pengetahuan, dan mampu mengkurasi pengetahuan, kalian pasti tidak akan tergantikan oleh Artificial Intelligence,"pungkasnya.









