Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) telah selesai menjalankan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) senilai sekitar Rp237,2 miliar dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berakhir pada tanggal 20 Juli 2026.
Manajemen menyatakan aksi korporasi ini merupakan bagian dari rangkaian komitmen Perseroan yang mencakup identitas perusahaan, struktur keuangan, dan pengembangan bisnis. Dari sisi struktur keuangan, sekitar 45,44 dana hasil rights issue dialokasikan untuk melunasi sebagian pokok dan bunga utang Perseroan kepada PT Bara Alam Utama.
Sisa dana diarahkan untuk modal kerja operasional dan belanja modal, termasuk pengembangan produk seperti cashSoftPOS dan perluasan basis merchant. Bersamaan dengan penguatan modal tersebut, Perseroan juga tengah memperluas kolaborasi dengan institusi keuangan, mitra teknologi dan mitra penyedia pengadaan untuk membuka akses pembiayaan usaha bagi merchant, sebagian besar di antaranya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Baca Juga: CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Perseroan menilai kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penetrasi layanan pembayaran digital, khususnya di segmen UMKM. Rangkaian ini merupakan upaya Perseroan untuk membangun kembali pondasi agar sejalan dengan posisinya sebagai penyedia ekosistem pembayaran.
“Right issue ini kami posisikan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat mendukung arah bisnis di masa depan. Penguatan modal ini turut membuka peluang lebih besar bagi Perseroan untuk memperluas kolaborasi dengan mitra strategis, guna membangun ekosistem pembayaran yang lebih komprehensif,” ujar manajemen cashUP.
Bertepatan dengan Pertumbuhan Industri QRIS
Perubahan yang sedang dilakukan Perseroan juga tak lepas dari momentum industri yang sedang menanjak. Bank Indonesia menargetkan 60 juta penduduk Indonesia menjadi pengguna aktif QRIS pada 2026.Baca Juga: Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Target ini juga sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional cashUP, dimana volume transaksi Perseroan melonjak dari 1,5 juta pada 2024 menjadi 2,1 juta pada 2025 (tumbuh 41,6 YoY). Sementara, nilai transaksi juga naik dari Rp0,9 triliun menjadi 1,6 triliun pada 2025, tumbuh sebesar 77,8 (YoY).
Tren QRIS Tap dan pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) yang mulai merambah transportasi publik, area parkir, hingga ritel turut membuka ruang baru bagi produk seperti cashSoftPOS, solusi tap-to-phone yang dikembangkan cashUP.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD sudah berlangsung hingga 20 Juli 2026, dengan harga pelaksanaan Rp238 per saham pada rasio 168:117. Berdasarkan hasil pelaksanaan, sebanyak 246.819.118 saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain diserap oleh dua pemegang saham utama Perseroan, Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, selaku pembeli siaga, dengan nilai realisasi sekitar Rp58,74 miliar.










