Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Tagihan fantastis kembali menghantui pemerintah Italia yang dilaporkan telah merogoh kocek hingga puluhan juta euro dari kas negara hanya untuk membiayai perawatan berkala sebuah kapal pesiar mewah (superyacht) bernilai USD600 juta (sekitar Rp10,7 triliun dengan kurs Rp17,853 per USD) yang disita dari oligarki Rusia sejak 2022.
Kapal pesiar raksasa berdesain futuristik sepanjang 142 meter, Sailing Yacht A ditahan di Pelabuhan Trieste sejak Maret 2022 lalu. Kini mendekati tenggat sertifikasi teknis ulang, pemerintah Italia berpotensi terpaksa kembali menggelontorkan dana publik dalam jumlah masif.
Biaya Perawatan Harian yang Bikin Geleng-Geleng Kepala
Penyitaan kapal pesiar mewah milik miliarder Rusia, Andrey Melnichenko ini rupanya menjadi 'beban' bagi kas negara. Sebuah superyacht berukuran raksasa tidak bisa dibiarkan terbengkalai begitu saja di atas air laut. Tanpa perawatan teknis rutin, kapal bisa berkarat, mengalami kerusakan sistem, bahkan memicu bahaya pencemaran lingkungan.Baca Juga: Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Media lokal Italia mencatat biaya perawatan dan pemeliharaan Sailing Yacht A mencapai angka yang sangat fantastis. Untuk biaya perawatan harian diperkirakan mencapai 24.600 euro yang jika dirupiahkan mencapai Rp500,9 juta per hari (dengan kurs Rp20.362 per satu euro).
Sedangkan untuk biaya perawatan tahunan ditaksir hingga 9.000.000 euro atau Rp183,26 miliar per tahun. Seluruh biaya perawatan, gaji kru pengawas, pasokan listrik, hingga tindakan anti-korosi tersebut saat ini ditanggung terlebih dahulu oleh Kementerian Keuangan Italia.Tagihan Baru Mengintai: Uji Sertifikasi Berbiaya Ratusan Miliar
Menurut laporan Luxury Launches, kapal pesiar super rumit ini diwajibkan menjalani uji inspeksi teknis berkala (class renewal survey) sebelum Januari 2027. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan seluruh fungsi keselamatan dan kelaikan kapal masih memenuhi standar internasional.Biaya pemeriksaan teknisnya saja diperkirakan menembus angka miliaran rupiah. Namun, angka tersebut belum mencakup potensi perbaikan dan perawatan besar yang ditemukan saat pemeriksaan.
Total biaya sertifikasi ulang dan perbaikan diproyeksikan melonjak antara 2 juta hingga 10 juta euro (sekitar Rp40 miliar hingga Rp203 miliar), tergantung pada kondisi komponen vital kapal. Baca Juga: Kapal Pesiar Mewah Bill Gates Seharga Rp10,29 Triliun Dijual, Minat Bergaya Miliarder?
Sistem lambung & propulsi bakal dicek, termasuk dalam pemeriksaan area bawah air, tangki bahan bakar, dan baling-baling. Lalu infrastruktur listrik dan Generator, meliputi juga panel navigasi dan peralatan pemadam kebakaran. Ada juga tiang layar otomatis, tiga tiang serat karbon raksasa yang membutuhkan spesialis khusus dan sangat langka di dunia.
Dilema Apes Italia: Modal Tak Kembali Jika Gugatan Dimenangkan
Gugatan hukum saat ini masih bergulir di pengadilan, di mana Andrey Melnichenko secara aktif menentang tindakan penyitaan tersebut. Dilema terbesar bagi Italia adalah jika pengadilan memutuskan untuk mengembalikan kapal pesiar tersebut kepada pemiliknya, Italia hampir pasti tidak memiliki landasan hukum yang realistis untuk menuntut ganti rugi atas puluhan juta euro uang rakyat yang telah dipakai untuk merawat kapal tersebut.Hingga saat ini, pejabat Italia belum memiliki jalan keluar selain terus mengucurkan dana demi mencegah kerusakan kapal yang lebih parah, sembari menanti ketidakpastian hukum yang kian membengkakkan tagihan negara. Apakah menurut Anda penyitaan aset oligarki justru menjadi beban bumerang bagi negara yang menyitanya?.










