Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
Pangeran George, yang genap berusia 13 tahun pada 22 Juli 2026 akan mulai bersekolah di Eton College pada musim gugur tahun ini. Meski mengikuti jejak Pangeran William, kehidupan sekolahnya diyakini akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks.
Komentator kerajaan Kinsey Schofield menilai tantangan terbesar George bukan berasal dari pelajaran atau proses beradaptasi dengan teman-teman baru, melainkan menjaga privasinya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
"Tantangan terbesarnya bukan soal akademik atau mencari teman. Tantangannya adalah menyeimbangkan privasi Pangeran George dengan kenyataan bahwa hampir setiap teman sekelasnya memiliki TikTok," ujar Schofield kepada Page Six.
Menurutnya, saat Pangeran William dan Pangeran Harry menempuh pendidikan di Eton, media sosial belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Situasi tersebut tentu sangat berbeda dengan yang akan dihadapi George.
Baca Juga : Pangeran William dan Kate Larang Pangeran George Punya Ponsel, Ini Alasannya!"William dan Harry bersekolah di sana sebelum media sosial mengubah kehidupan remaja. George tidak akan memiliki kemewahan itu," lanjutnya.
Schofield menjelaskan bahwa sistem keamanan bagi George kini tidak lagi hanya berfokus pada perlindungan fisik, tetapi juga harus mengantisipasi ancaman di dunia digital.
Ia menilai risiko yang dihadapi seorang calon pewaris takhta telah berubah drastis. Jika dahulu ancaman lebih banyak berupa gangguan secara langsung, kini ada tantangan baru seperti media sosial, drone, hingga penyebaran informasi yang bisa terjadi dalam hitungan detik.
Karena itu, Schofield meyakini pengamanan terhadap George akan jauh lebih canggih dibandingkan yang pernah diterima William. Meski demikian, sistem tersebut diperkirakan tetap dirancang agar tidak terlalu mencolok.
"Keamanannya kemungkinan akan sangat kuat di balik layar. Namun, saya rasa semua pihak akan berusaha agar teman-temannya tidak terus-menerus diingatkan bahwa mereka sedang bersekolah dengan calon raja," katanya.Baca Juga : Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Ia menambahkan, saat William bersekolah di Eton, petugas pengamanan mengenakan pakaian biasa dan berbaur dengan lingkungan sekolah. Pendekatan serupa kemungkinan besar masih akan diterapkan kepada George agar ia dapat menikmati kehidupan sekolah yang senormal mungkin.
Schofield juga menilai Pangeran William memahami betul pentingnya memberikan ruang bagi putranya untuk tumbuh mandiri.
"Kepercayaan diri dibangun melalui pengalaman menjalani kehidupan, berteman, dan menyelesaikan masalah sendiri. Tugas sistem keamanan adalah mendukung proses itu, bukan menghalanginya," ujarnya.
Menurut Schofield, George memiliki satu keuntungan yang tidak dimiliki William saat seusianya, yakni ayahnya pernah mengalami pengalaman yang sama.William dinilai memahami dinamika kehidupan di Eton, mulai dari tekanan sosial, tuntutan akademik, hingga tantangan emosional yang mungkin dihadapi putranya.
"Saya yakin William sudah bertahun-tahun memikirkan apa yang berhasil dan apa yang tidak selama ia bersekolah di sana, serta bagaimana memberikan kemandirian sebanyak mungkin kepada George tanpa mengorbankan keamanannya," kata Schofield.
Sebelum melanjutkan pendidikan ke Eton College, George bersekolah di Lambrook School bersama kedua adiknya, Putri Charlotte dan Pangeran Louis.
Sementara itu, Pangeran William menempuh pendidikan di Eton College pada 1995 hingga 2000 sebelum melanjutkan studi ke University of St Andrews di Skotlandia. Di kampus itulah ia bertemu Kate Middleton, yang kemudian dinikahinya pada 2011. Pasangan tersebut kini dikaruniai tiga anak, yakni Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis.









