Kisah Aulia, Anak Tukang Tambal Ban yang Sukses Jadi Lulusan Terbaik IPB University

Kisah Aulia, Anak Tukang Tambal Ban yang Sukses Jadi Lulusan Terbaik IPB University

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 21 Juli 2026 - 15:26
share

Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi Aulia Nurul Hikmah untuk meraih status sebagai lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.

Pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026, anak dari orang tua yang berprofesi sebagai buruh dan tukang tambal ban itu berhasil membahagiakan orang tuanya karena menjadi lulusan terbaik dan dengan Indeks Prestasi Kumulatfif (IPK) 3.87

Baca juga: Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha

Di IPB University, alumnus SMAN 9 Kota Bogor memilih program studi Silvikultur karena ia tertarik dengan ilmu yang mempelajari alam hayati dan ilmu ekologi.

"Hutan merupakan ekosistem kompleks yang menjadi sistem utama kehidupan, sehingga melalui program studi ini, saya dapat mempelajari hutan mulai dari pertumbuhan, pemeliharaan, pemanfaatan, hingga rehabilitasinya," katanya, melalui siaran pers, Selasa (21/7/2026).Meski belum banyak yang mengenal prodi Silvikultur, namun Aulia mengungkapkan, jurusan ini sebetulnya memiliki berbagai peluang kerja yang kompetitif dan inovatif di bidang lingkungan.

Baca juga: Kisah Launa Silky, Wisudawan Terbaik Magister Unpad dengan Deretan Publikasi Jurnal Q1

"Mengingat saat ini banyak dihadapkan dengan isu dan permasalahan hutan seperti degradasi maupun deforestasi hutan, memilih prodi ini memberikan saya harapan dan kesempatan nyata untuk menjadi agen pelestari dan perlindungan hutan," ujarnya.

Aulia bersyukur dapat melanjutkan pendidikan tinggi di IPB University. Baginya, IPB University memberi kesempatan dan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, serta memperluas jejaring bersama teman dari berbagai latar belakang.

“Semua ini memperkuat saya untuk dapat berpikir kritis dan adaptif,” ungkapnya.

Baginya, momen kelulusan bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. mengaku ingin terus belajar dan berproses untuk mengembangkan diri.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dapat bertransformasi menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Topik Menarik