Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Presiden Donald Trump tidak terima setelah para tentara militer Amerika Serikat (AS) tewas di negara-negara Teluk akibat serangan Iran. Pemimpin Amerika itu berjanji bahwa Teheran akan membayar pembunuhan itu berkal-kali lipat.
Pada Jumat pekan lalu, serangan rudal dan drone Iran di pangkalan militer di Yordania menewaskan dua tentara AS dan menyebabkan satu tentara lainnya hilang. Keesokan harinya, pada Sabtu, seorang tentara AS tewas dalam serangan drone Iran di Irak utara.
Baca Juga: Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Menurut data resmi Pentagon, total tentara militer Amerika yang tewas dalam perang melawan Iran menjadi 17 personel, dan lebih dari 430 lainnya terluka. Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) percaya jumlah korban tewas militer AS mencapai puluhan personel.
"Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar pembunuhan itu berkali-kali lipat!" tulis Trump di Truth Social, Selasa (21/7/2026)."Arahan ini telah disampaikan kepada Menteri Perang Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, dan setiap pemimpin di militer," lanjut Trump.Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengumukan bahwa pasukannya telah meluncurkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada Senin sore waktu Amerika atau Selasa dini hari waktu Iran. Ini menjadi serangan hari kesepuluh berturut-turut terhadap republik Islam.
"Hari ini pukul 16.00 sore ET, pasukan AS memulai serangkaian serangan baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi. Serangan-serangan tersebut dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang pengiriman komersial di Selat Hormuz," tulis CENTCOM di X.
Sebaliknya, militer Iran mengumumkan pada Selasa pagi bahwa rudal-rudal mereka telah menghantam pangkalan Amerika Serikat (AS) di Kuwait.
Serangan ini diluncurkan tak lama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa konflik antaranya dengan Amerika sekarang telah berubah menjadi perang skala penuh.
"Pasukan darat menargetkan sistem rudal HIMARS milik tentara teroris AS yang ditempatkan di pangkalan Arifjan di Kuwait dengan rudal permukaan-ke-permukaan," tulis kantor berita IRNA, mengutip pejabat hubungan masyarakat Angkatan Darat Iran."HIMARS adalah sistem rudal mobile dengan kemampuan untuk bergerak cepat melawan target darat, yang, ketika ditargetkan, menyebabkan kerusakan pada lapisan ofensif dan defensif dan mengurangi kekuatan rudal musuh dalam kejahatan agresif," lanjut pejabat militer tersebut.
Kamp Arifjan, yang terletak di selatan Kuwait City, menampung unsur-unsur Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai AS.
Sebelumnya, Presiden Pezeshkian dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kantor Kepresidenan, mengatakan bahwa Iran sedang berperang skala penuh dengan AS. Pernyataan ini disampaikan ketika Washington memperluas serangannya di seluruh Republik Islam termasuk sebuah kota yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Iran juga terus melancarkan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai respons, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menyerang target AS di Bahrain, Yordania, dan Suriah. Sedangkan Bahrain mengatakan Teheran telah menargetkan sistem navigasi udaranya.
“Realitasnya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian. "Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini."







