Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Presiden Prabowo Subianto menanggapi narasi yang meramal Indonesia akan mengalami kolaps atau keruntuhan. Prediksi tersebut terus berganti setiap bulan, namun tidak pernah terbukti. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia dari Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Baca juga: Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Prabowo awalnya mengungkapkan pemerintah akan mempercepat pembangunan industri etanol untuk mendukung ketahanan energi nasional. Indonesia telah mulai mengembangkan campuran bensin dengan etanol 10 (E10) dan menargetkan peningkatan hingga E20. “Hari ini saya dipaparkan, dikasih lihat tadi. Saya minta maaf tadi saya lama melihat pameran. Itu ada tadi sudah mulai kita mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10 etanol. Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol. Kalau perlu sampai 50 pabrik,” ujar Prabowo.
Dia membandingkan perkembangan bioetanol Indonesia dengan negara lain seperti India. Menurut dia, India telah menerapkan E20, sementara Brasil bahkan telah menggunakan E100. “India sudah E20. Brasil sudah E100. Masak Indonesia nggak bisa? Indonesia bisa kan? Bisa! Bisa!” katanya.
Prabowo kemudian menyindir pihak-pihak yang menurutnya terus memandang Indonesia secara pesimistis. “Yang enggak mau enggak apa-apa, duduk aja. Duduk aja nonton ya. Tapi jangan membebek kepada kekuatan asing terus,” ujarnya. Dia juga menyinggung berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami keruntuhan ekonomi. Namun, hingga waktu berlalu ramalan tersebut tidak terbukti. “Indonesia jelek, Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap ya gelap terus. Tiap bulan Indonesia akan kolaps. Juni kolaps, ini udah Juli. Juli kolaps, Agustus kolaps. Mikirnya mikir kolaps ya kan? Biar aja itu,” ujar Prabowo. “Kalau di tentara itu ada istilah tinggalkan buritanda. Kita jalan terus. Kita bekerja dengan semangat gembira, semangat optimis. Orang berani itu gembira. Orang berani itu optimis. Orang sedih duduk di kamar aja sedih di situ,” ucapnya.








