Tingkatkan Efektivitas Layanan, Halodoc Andalkan AI untuk Dukung Dokter dan Pasien
Implementasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) kini menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi layanan kesehatan digital di Indonesia. Halodoc, sebagai salah satu platform telemedicine, telah mengadopsi teknologi ini untuk menjawab tantangan aksesibilitas serta kecepatan layanan bagi jutaan penggunanya.
Director of Engineering Halodoc, Hafiz Arraja, menjelaskan bahwa penggunaan AI dirancang untuk mempermudah alur komunikasi antara pasien dan tenaga medis. Inovasi ini diwujudkan melalui kehadiran Halodoc Intelligent Learning and Decision Assistant (Hilda) yang berfungsi sebagai asisten cerdas bagi pengguna.
"Halodoc menggunakan AI untuk membantu menyediakan layanan yang lebih cepat buat pelanggan kita, pasien, maupun dokter, serta memastikan layanan tersebut mudah diakses. Kami juga menjamin layanannya tetap akurat sesuai dengan kode etik dan standar kualitas kedokteran yang tinggi," ungkap Hafiz dalam World AI Show, di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga : Komitmen Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan lewat Halodoc Academy
Hilda hadir untuk memangkas kebingungan pasien saat membutuhkan pertolongan medis segera. Melalui asisten berbasis Large Language Model (LLM) ini, sistem dapat memberikan arahan langkah pertama yang tepat sebelum pasien melakukan konsultasi mendalam dengan dokter.Hafiz mencontohkan, asisten cerdas ini sangat membantu dalam situasi darurat atau kondisi yang membuat pasien panik, seperti saat seseorang terbangun di tengah malam dengan keluhan detak jantung yang tidak stabil.
"Hilda akan bisa mengarahkan apakah pasien harus minum air putih dulu, kemudian nanti konsultasi ke dokter. Di situ, pasien bisa pilih langsung chat dengan dokter, di mana chat-nya tetap dengan dokter profesional, tetapi yang menenangkan hatinya pertama kali adalah Hilda," papar Hafiz.
Lebih lanjut, Hafiz menegaskan bahwa teknologi ini dikembangkan bukan untuk menggantikan peran tenaga medis. Sebaliknya, AI berfungsi sebagai pendukung operasional yang meningkatkan efisiensi kerja dokter dan tenaga medis lainnya dalam menangani pasien.
Selain fungsionalitas bagi pasien, Hilda juga terintegrasi dalam berbagai lini bisnis internal Halodoc, termasuk layanan untuk dokter dan apotek. Terkait aspek keamanan data, ia memastikan bahwa seluruh sistem telah mematuhi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Sejak dirilis pada tahun 2025 lalu, penggunaan Hilda terbukti secara signifikan mampu meningkatkan efektivitas layanan dibandingkan cara-cara tradisional.
Dengan evaluasi rutin yang dilakukan oleh Board of Medical Excellence, Halodoc terus memastikan bahwa setiap respons yang dihasilkan oleh AI tetap relevan dan akurat. Integrasi teknologi ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara inovasi digital dan keahlian medis dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih inklusif dan efisien.










