Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) melakukan kunjungan audiensi ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Rabu (8/7/2026). Pertemuan ini dilakukan guna menjalin kerja sama dan sinergi dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan agar naik kelas melalui sertifikasi halal.
Rombongan DPP Partai Perindo disambut langsung oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal. Dalam kesempatan tersebut, Partai Perindo memaparkan rencana besar mereka untuk memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku UMKM binaan partai, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Tama Satrya Langkun menjelaskan mengapa sertifikasi halal menjadi fokus utama dalam pemberdayaan ekonomi tersebut. Menurutnya, sertifikasi halal adalah langkah awal yang krusial bagi UMKM untuk naik kelas.
Baca Juga: Partai Perindo Konsisten Dukung UMKM Demi Perekonomian Indonesia
Tama menilai, sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan aturan formal atau syariat semata, melainkan bentuk jaminan bahwa produk yang ditawarkan higienis, bermutu, dan berkualitas.
"Jadi, ketika produknya berkualitas, nilai dari UMKM itu sendiri akan naik. Contohnya, kelompok pinggir jalan yang kita bina untuk jualan takjil. Begitu makanannya enak dan punya sertifikasi halal, mereka bisa menyajikan lebih banyak lagi, naik menjadi katering untuk masuk ke pemerintahan daerah atau swasta. Itu semua butuh sertifikasi halal," ujar Tama seusai audiensi.Terlebih, lanjut Tama, konsumen saat ini semakin selektif terhadap jaminan kualitas dan kepastian proses produksi yang aman. Hal itu sejalan dengan proses di BPJPH yang menguji produk mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga kebersihan tempatnya.Karena itu, Perindo menjadikan sertifikasi halal sebagai program utama pembinaan agar produk lokal mendapat kepercayaan pasar yang lebih luas. "Langkah pertamanya, kita bawa ke situ dulu teman-teman UMKM. Kita imbau yang dibina oleh struktur, oleh anggota dewan di daerah, maupun pengurus DPP, semua harus ke sana arahnya. Dari situ baru kita bicara peningkatan capacity building, marketing, dan lain-lain," ucapnya.
Heboh Isu Prajurit LGBT, TNI AD: Kita Cek Jejak Digitalnya, Tidak Ditemukan Hubungan Romantis!
Sementara itu, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyambut baik inisiatif Partai Perindo. Ia menuturkan, sertifikasi halal akan memberikan nilai tambah (value added) sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM.
"Kami sangat menyambut baik dan akan mempermudah prosesnya. Kami juga akan memberikan data wilayah mana saja yang sertifikasi halalnya masih minim, termasuk masukan soal jenis usahanya. Ini karena akan banyak mikro UMKM yang terbantu lewat program dari Sekjen dan Ketua Umum Perindo," tutur Haikal.
Lebih lanjut, Haikal mengungkapkan data survei BPJPH yang menunjukkan bahwa 90 persen masyarakat Indonesia menjadikan sertifikasi halal sebagai pertimbangan utama sebelum membeli produk makanan maupun minuman.
Ia mengingatkan, tanpa sertifikasi halal, kualitas dan kebersihan produk lokal berisiko diragukan oleh konsumen. Dampaknya, daya jual akan menurun dan masyarakat bisa jadi lebih memilih produk makanan impor yang dianggap lebih terjamin.
"Saya belum pernah dengar ada usaha yang omzetnya menurun setelah dapat sertifikat halal. Justru naik semua, 100 persen. Sebab, hal itu menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Bagi pelaku usaha yang belum punya, kalau Anda tidak mengurusnya sekarang, Anda akan ketinggalan dan tidak ada yang beli. Jadi, saya mohon sesegera mungkin proseslah halalnya," pungkas Haikal.










