Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri

Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 15:03
share

PT Elnusa Petrofin (EPN) mendukung implementasi program mandatori B50 nasional melalui penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina Group memperkuat transisi energi nasional dan meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik.

"Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri," ujar Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan dalam pernyataannya dikutip pada Jumat (3/7/2026).

Baca Juga:B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah

Menurut Doni, keterlibatan Elnusa Petrofin dalam penyaluran perdana Biosolar Industri B50 merupakan bentuk sinergi Pertamina Group dalam mendukung agenda strategis pemerintah menuju kemandirian energi nasional yang berkelanjutan. Ia mengatakan sektor pertambangan menjadi salah satu sektor penting yang didukung dalam implementasi awal program tersebut.

“Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam memastikan transformasi energi dapat berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” katanya.

Pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel sebesar 50 ke dalam bahan bakar minyak solar atau B50. Kebijakan itu menjadi bagian dari skema pembiayaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Sebagai bagian dari ekosistem logistik energi Pertamina Group, Elnusa Petrofin berperan memastikan kesiapan operasional terminal, proses blending, hingga distribusi produk B50 kepada pelanggan sektor industri. Perusahaan menilai kesiapan rantai pasok energi menjadi faktor penting untuk mendukung implementasi program mandatori B50 secara nasional.

Baca Juga:Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun

Penerimaan perdana fatty acid methyl ester (FAME) spesifikasi B50 dilakukan pada 1 Juli 2026 melalui kapal MT Ocean Link di Fuel Terminal IBT Pulau Laut. Selanjutnya, penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dilakukan pada 2 Juli 2026 kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan VHS Patra Logistik.

Program mandatori B50 merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperluas pemanfaatan biofuel dalam bauran energi nasional. Selain memperkuat ketahanan energi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Topik Menarik