Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Unggahan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang memuji perjuangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial. Meski gagal lolos ke babak gugur, Iran mendapat apresiasi karena mampu mengakhiri fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Iran menorehkan tiga hasil imbang di Grup G, namun hanya finis di peringkat ketiga di bawah Belgia dan Mesir. Raihan tiga poin itu juga tidak cukup untuk membawa Team Melli lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Melalui akun Instagram pribadinya, Infantino memberikan penghormatan atas semangat juang yang ditunjukkan para pemain Iran sepanjang turnamen. "Tetap tak terkalahkan di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA yang penuh tantangan adalah prestasi luar biasa yang membuktikan kualitas dan kerja sama tim Anda kepada dunia."
Baca Juga: Ramalan Nyeleneh Dukun Ghana Viral: Argentina Tersingkir, Portugal Juara Piala Dunia 2026
Penyebab Veda Ega Pratama Kerap Melempem di Kualifikasi, tapi Menggila saat Balapan Utama Moto3
"Sayangnya, itu tidak cukup untuk melaju, tetapi semangat dan keinginan Anda terlihat jelas oleh semua orang. Terima kasih telah bermain dengan sepenuh hati dan memberikan begitu banyak hal untuk dibanggakan," tulis Infantino.Unggahan tersebut langsung menarik perhatian publik sepak bola. Hingga Rabu (1/7/2026), unggahan itu disukai sebanyak 18 ribu lebih tanpa ada yang berkomentar. Apresiasi dari orang nomor satu FIFA itu menjadi bentuk pengakuan atas perjuangan Iran yang harus menjalani turnamen di tengah situasi sulit.
Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, keikutsertaan Iran sempat diselimuti ketidakpastian akibat situasi geopolitik yang memanas. Namun, Team Melli tetap tampil kompetitif dan mampu menyulitkan setiap lawan yang dihadapi.
Baca Juga:
Pada laga terakhir Grup G melawan Mesir, Iran bermain imbang 1-1. Gol Ramin Rezaeian menyamakan kedudukan setelah Mahmoud Sabry membawa Mesir unggul lebih dulu. Rezaeian kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Iran sebenarnya nyaris meraih kemenangan dramatis di penghujung laga. Namun, gol pada masa injury time dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi offside.
Meski langkah mereka terhenti di fase grup, Iran pulang dengan kepala tegak. Mereka menjadi salah satu dari sedikit tim yang tidak terkalahkan di babak penyisihan grup, meski akhirnya gagal mengamankan tiket ke fase gugur.









