Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat di Venezuela telah bertambah menjadi 1.430 orang. Demikian disampaikan Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Sabtu.
Lebih dari 3.200 orang terluka dan banyak yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan setelah gempa bumi magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda negara itu secara beruntun pada Rabu malam.
Baca Juga: Lebih dari 50.000 Orang Hilang akibat Gempa di Venezuela
Banyak keluarga mengunggah gambar orang-orang terkasih yang hilang di media sosial. Pejabat dan lembaga kemanusiaan memperkirakan bahwa lebih dari 50.000 orang masih hilang dalam bencana ini.
Rodríguez mengatakan kepada CNN bahwa masyarakat harus menghindari La Guaira, daerah yang paling parah terkena dampak.
Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan Upaya AS Tabur Perpecahan, Negara-negara Teluk Kecam Teheran
“Kami menghargai keinginan yang luar biasa untuk membantu, tetapi jalan yang kami gunakan untuk mengangkut korban luka semakin padat. Cara terbaik untuk membantu adalah dengan menjaga jalan tetap bersih sehingga tim medis dapat mengangkut pasien dan tim penyelamat dapat melakukan pekerjaan mereka dengan lebih efektif,” katanya.Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Delcy Rodríguez mengumumkan jumlah korban tewas terbaru saat dia menyambut kedatangan tim penyelamat dari seluruh dunia. “Kita akan menyelamatkan orang-orang yang terjebak,” katanya, yang dilansir AP, Minggu (28/6/2026).
Dia juga mengatakan pada Jumat malam bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menghubunginya untuk menegaskan kembali janji Amerika untuk membantu upaya pemulihan.
"Mereka menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung upaya penanggulangan dengan mengirimkan petugas penyelamat, peralatan khusus, dukungan untuk tempat penampungan sementara, dan bantuan kemanusiaan bagi keluarga yang terdampak. Kami sangat berterima kasih atas isyarat persahabatan dan kerja sama ini," katanya dalam unggahan di X.
Selebaran orang hilang dengan foto orang-orang terkasih telah dibagikan di jalanan, sementara beberapa warga lainnya membagikan daftar nama yang ditulis tangan saat mereka melakukan pencarian.
Tim penyelamat mencari korban selamat di gedung-gedung yang runtuh di Caracas dan negara bagian La Guaira di mana teriakan minta tolong terdengar dari bawah reruntuhan.Televisi pemerintah Venezuela menayangkan gambar-gambar penyelamatan, termasuk seorang wanita yang terjebak di bawah lempengan semen yang berhasil dikeluarkan hidup-hidup. Wanita bernama Graciela Mora tersebut sadar saat ditarik dari reruntuhan di La Guaira, dan mengatakan kepada wartawan, "ketika gempa dimulai, saya berpegangan seerat mungkin pada kusen pintu."
Marian Rieber, seorang jurnalis kesehatan di Caracas, mengatakan dia sedang membawa anjingnya menuruni tangga ketika semuanya mulai bergerak dari kiri ke kanan dengan sangat kuat seolah-olah itu adalah gelombang pasang di pantai.
"Saya merasa lantai terus bergerak, lalu gempa susulan datang," katanya.
Tony Frangie Mawad, seorang jurnalis yang berbasis di Caracas, berada di dalam lift ketika guncangan dimulai. Ketika pintu akhirnya terbuka di ruang bawah tanah kedua gedung itu, dia dan dua orang lainnya berlari ke tempat parkir.
"Saat itulah saya menyadari itu bukan hanya guncangan kecil," katanya. "Bangunan belum pernah runtuh di Caracas akibat gempa sejak 1967. Ini tampak seperti Gaza," ujarnya.Gempa bumi kedua adalah yang terkuat yang melanda negara itu sejak tahun 1900, membentuk rangkaian yang disebut "doublet", yang berbeda dari skenario tipikal di mana gempa yang lebih besar diikuti oleh gempa susulan yang jauh lebih kecil.
Kedua gempa tersebut dangkal, kurang dari 20 mil di bawah permukaan tanah, yang berpotensi menambah kerusakan.
Marcos Ferreira, seorang ahli geofisika dan peneliti di Survei Geologi Brasil, mengatakan kepada AP bahwa dua gempa beruntun, bersama dengan pergerakan seismik yang dangkal, memperparah kerusakan. Survei Geologi AS mengatakan kedua gempa tersebut berpusat di dekat Moron di pantai Karibia, 105 mil sebelah barat ibu kota Venezuela, Caracas.
Warga negara asing termasuk di antara mereka yang tewas meskipun upaya pencarian masih berlanjut, dan jumlah korban sebenarnya masih belum diketahui. Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares mengatakan tiga warga negara Spanyol dipastikan tewas dan 99 lainnya hilang.
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Kementerian Luar Negeri Brasil mengatakan bahwa seorang pria dan seorang wanita Brasil telah meninggal, sementara kedutaan besar China di Caracas mengatakan bahwa dua warga negara China juga telah tewas. Kantor berita AFP melaporkan bahwa sembilan warga negara Portugal telah meninggal.









