Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta

Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta

Nasional | sindonews | Kamis, 25 Juni 2026 - 12:29
share

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui adanya kesenjangan atau gap yang tinggi dari penghasilan dokter spesialis. Bahkan, ia menilai, kesenjangan itu bisa mencapai ribuan kali lipat.

Hal itu diungkapkan Budi saat Rapat Kerja (Raker) membahas psrerlindungan dan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan bersama Komisi IX DPR, Kamis (25/6/2026). Ia pun tak menutup mata bila ada dokter di Jakarta yang punya penghasilan capai miliaran Rupiah.

"Ini adalah salah satu bidang di mana gap-nya tinggi sekali. Mungkin bisa ribuan kali, Pak, antara yang paling atas dan paling bawah. Nah, ini yang menurut saya tuh harus ditata," ujar Budi.

Baca juga: Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan

Budi mengaku, pihaknya kerap mendengar keluhan dokter yang punya penghasilan rendah. Ia pun mencontohkan penghasilan yang berbeda jauh antardaerah.

"Saya kasih contoh aja, ya, ini adalah tunjangan untuk dokter spesialis, Bapak-Ibu, di Kabupaten Bone Rp3 juta, di Mahakam Ulu Rp80 juta," ungkap Budi.

Selain itu, Budi berkata, tunjangan dokter gigi Cianjur mencapai Rp30 juta. Jumlah itu berbeda jauh dengan dokter gigi di Indragiri Riau yang hanya Rp1 juta.

"Saya menyadari, ya pasti biar gimana pun teman-teman dokter spesialis yang sama, lulusan yang sama, lihat gini kan dia pasti akan sedih, kan. Kok teman saya di sana bisa dapat Rp80 juta, saya Rp3 juta," ucap Budi.

Untuk itu, ia berkata, Kemenkes perlu berkoordinasi dengan KemenpanRB dan Kemendagri. Pasalnya, kata dia, tak semua Kemenkes punya wewenang.

"Nah, ketimpangan-ketimpangan ini juga kita amati. Dan itu yang pelan-pelan harus kita tata. Memang unfortunately tidak semuanya wewenangnya ada di Kemenkes. Tapi kita sudah mulai melihat oh, ini gap antara pendapatan misalnya Ketua DPR dengan anggota fraksi 3.000 kali, itu kan aneh, kan? Harusnya kan enggak mungkinlah itu bedanya sebesar itu," pungkasnya.

Topik Menarik