Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Kondisi kesehatan Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) dikabarkan belum membaik pascapenangkapan mereka terkait kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, Dokter Tifa disebut masih menjalani perawatan dengan infus, sedangkan Roy Suryo dikabarkan menolak mengonsumsi obat.
Informasi tersebut disampaikan kuasa hukum keduanya, Refly Harun. Menurut dia, kondisi Dokter Tifa justru lebih mengkhawatirkan dibandingkan Roy Suryo.
Baca juga: 50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
"Kalau Dokter Tifa malah lebih parah kondisinya karena dia masih diinfus. Saya tidak tahu kondisi terakhirnya, tapi sampai tadi siang saya mendapat informasi masih diinfus dari orang-orang yang datang," ujar Refly kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
Refly menjelaskan, Roy Suryo dan Dokter Tifa memiliki penyakit bawaan yang mengharuskan keduanya menjalani pola hidup teratur, mulai dari menjaga pola makan hingga rutin mengonsumsi obat sesuai jadwal.Namun, saat penangkapan dilakukan, keduanya disebut tidak sempat menjalani rutinitas tersebut sehingga kondisi kesehatannya menurun drastis.
Baca juga: Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
"Ketika hari H kan tidak sempat melakukan itu. Jangankan membawa alat-alat obatnya, membawa pakaian dalam pun tidak, pakai sepatu saja hampir tidak diperbolehkan. Jadi itu yang memicu indikator kesehatannya naik luar biasa, hampir dua kali lipat dari normal," tuturnya.
Berdasarkan rekomendasi dokter, keduanya kemudian harus menjalani perawatan medis. Khusus Roy Suryo, Refly menyebut kliennya memiliki pola pengobatan sendiri sehingga enggan mengonsumsi obat yang diberikan selama menjalani perawatan."Saya tidak bisa memastikan secara persis, tapi saya dengar begitu. Bukan berarti tidak percaya, tetapi dia sudah punya pola pengobatan sendiri selama ini dan sudah terbiasa dengan obat-obat yang biasa dia konsumsi," jelasnya.
Refly menambahkan, penyakit yang diderita kedua kliennya merupakan jenis penyakit yang cukup banyak dialami masyarakat Indonesia. Namun, penyakit tersebut sangat rentan kambuh apabila penderitanya tidak disiplin menjaga pola makan, pola tidur, dan pengobatan secara teratur.
"Penyakit itu memang sangat rentan, betul-betul harus diatur pola makan, pola tidur, dan lain sebagainya. Sedikit saja ada pemicu, angkanya bisa langsung melonjak. Banyak orang Indonesia mengalami masalah ini, sekitar 30 persen, apalagi Mas Roy termasuk yang sifatnya turunan," pungkasnya.








