Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Petani sawit dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sukses memproduksi Lidi sawit dan lidi kelapa ke China. Sebanyak 28 ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh diberangkatkan menuju China.
Hal itu terungkap dari kegiatan Pelepasan Perdana Ekspor Lidi Sawit Hasil Pemberdayaan UMKM Aspekpir dan BPDP yang dilanjutkan dengan Workshop Ekspor Lidi Sawit di Medan dan Langkat, pada 17-18 Juni 2026.
Produk itu dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota ASPEKPIR sebagai hasil rangkaian program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang diselenggarakan bersama BPDP.
Baca juga: Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Sumatera Utara Tsarwah mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut. Tsarwah berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. “Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi. Karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk ekspor berbasis sawit,” kata Tsarwah, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat mengatakan, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah.
“Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Anwar.
Lihat video: UMKM Sekarat Akibat Impor! Kenapa Krisis Sekarang Lebih Ngeri Dibanding Tahun 98?
Ekspor lidi ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, perluasan kesempatan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, dan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.Sementara itu, Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia Setiyono menegaskan bahwa pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan ASPEKPIR bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.
Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan, sejak akhir tahun 2024 pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurutnya, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif. “Peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka bagi petani dan UMKM di sentra-sentra perkebunan sawit,” katanya.









