Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Tidak ada kesepakatan apa pun terkait tenggat waktu 5 x 24 jam yang diberikan mahasiswa kepada pemerintah seusai audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). Hal itu disampaikan pihak Istana Wapres.
Sebelum audiensi berlangsung, puluhan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka sempat menggelar aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Staf Khusus Wakil Presiden, Nicho Harjanto, mengatakan pemerintah hanya mendengarkan dan menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa tanpa membuat kesepakatan mengenai batas waktu realisasi tuntutan.
"Tidak ada (kesepakatan). Kami dalam posisi hanya untuk mendengar dan menerima aspirasi," kata Nicho kepada wartawan seusai pertemuan.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi klaim mahasiswa yang sebelumnya memberikan waktu 5 x 24 jam kepada pemerintah untuk merealisasikan tuntutan mereka. Saat ditanya apakah memorandum yang diserahkan mahasiswa hanya berisi aspirasi tanpa kesepakatan bersama, Nicho membenarkannya."Enggak ada. Kami dalam posisi hanya untuk mendengar dan menerima aspirasi," ujarnya.
Nicho mengaku belum mengetahui secara rinci isi memorandum yang diserahkan mahasiswa, karena dokumen tersebut langsung diberikan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. "Saya belum lihat, tadi disampaikan kepada Bapak Wapres. Jadi seperti yang dibawa tadi teman-teman mungkin bisa ditanya," katanya.
Baca Juga: Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Meski demikian, Nicho mengatakan dalam pertemuan tersebut Gibran turut menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Peristiwa 16 Mei: Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah hingga Pasukan PETA Dieksekusi Jepang
Menurut dia, pelaksanaan program tersebut akan terus dievaluasi agar tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang belum mendapatkan manfaat program."Ya, pasti akan dievaluasi terus-menerus seperti itu, karena ini memang program pemerintah dan itu untuk membantu saudara-saudara kita yang di daerah 3T yang mulai dari anak sekolah sampai yang lansia sampai ibu hamil," kata Nicho.
Sebelumnya, Koordinator Aksi UBK Muhammad Abdimaludin menyatakan mahasiswa memberikan waktu 5 x 24 jam kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan kepada Gibran. Jika tidak ada perkembangan, mahasiswa mengancam kembali menggelar demonstrasi.
Abdimaludin juga menyebut Gibran akan menyampaikan berbagai tuntutan mahasiswa kepada Presiden Prabowo Subianto. "Artinya Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan dia akan memberitahukan kepada pimpinan, lebih khusus Presiden Prabowo Subianto, dia akan sounding lagi," kata Abdimaludin.









