Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Militer Swedia mengatakan bahwa mereka telah mengerahkan jet-jet tempur JAS 39 Gripen pada hari Jumat untuk mencegat pesawat militer Rusia di atas Laut Baltik. Langkah intersepsi diambil setelah pesawat Moskow tersebut terbang mendekati perbatasan Swedia.
Militer negara NATO tersebut melaporkan dalam sebuah pernyataan bahwa ada dua insiden terpisah pada hari Jumat, yakni melibatkan jet tempur Su-24 dan Su-34 Rusia yang terbang di atas Laut Baltik. Meski demikian dua pesawat Moskow itu belum memasuki wilayah udara Swedia.
Baca Juga: Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
“Tindakan Rusia serius dan merupakan perilaku berulang yang mengancam integritas teritorial dan keamanan kita,” kata Wakil Laksamana Ewa Skoog Haslum, kepala komando operasi angkatan bersenjata Swedia, dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Politico, Minggu (14/6/2026).
“Pesawat tempur Swedia dan sekutu bertindak cepat, tegas, dan jelas dengan menghadapi pesawat Rusia dan mengamankan wilayah Swedia dan aliansi," paparnya.
Militer Rusia belum berkomentar atas intersepsi jet tempur Swedia terhadap jet-jet tempur Moskow.Pesawat Rusia yang mengganggu wilayah udara NATO telah menjadi hal biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kanada dan AS mengerahkan jet tempur pada bulan Maret untuk mencegat dua pesawat militer Rusia yang terbang terlalu dekat dengan wilayah udara Alaska.Setelah bergabung dengan NATO pada tahun 2024, Swedia telah menjadi target utama provokasi Kremlin dengan serangkaian insiden militer, termasuk drone tanpa izin memasuki wilayah udaranya dan kapal selam Rusia yang ditemui di dekat perbatasan maritimnya. Militer Moskow telah berfokus pada Laut Baltik sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Pada hari yang sama dengan insiden tersebut, pemerintah Swedia memperingatkan dalam sebuah laporan pertahanan bahwa mereka melihat risiko bahwa konfrontasi antara Rusia dan Eropa akan semakin memburuk.
Laporan itu menyebut Rusia sebagai ancaman jangka panjang dan mengklaim bahwa Moskow dapat berupaya untuk menguji kohesi NATO dan kredibilitas Pasal 5 jika melihat kondisi politik yang menguntungkan. Laporan itu tidak menjelaskan secara rinci kondisi apa yang dimaksud.
Dokumen tersebut juga mengeklaim bahwa Moskow dapat terlibat dalam permusuhan. "Bahkan jika keseimbangan kekuatan militer tidak memenuhi persyaratan tradisional untuk serangan," bunyi laporan itu.Lebih lanjut, laporan tersebut juga membahas keretakan yang semakin besar antara AS dan negara-negara NATO Eropa. Laporan itu menekankan bahwa meskipun Washington terus memainkan peran penting untuk keamanan Swedia, hubungan ini sedang berubah. Mengingat hal tersebut, para pembuat kebijakan Swedia mendesak kerja sama yang lebih dalam dengan Uni Eropa.
Dukungan Swedia untuk Ukraina tetap menjadi pilar sentral kebijakan keamanannya, lanjut dokumen tersebut. Stockholm bergabung dengan NATO pada tahun 2024 setelah perang Rusia-Ukraina meningkat dan telah menjadi salah satu pendukung Kyiv yang paling aktif. Bulan lalu, Swedia mengumumkan rencana untuk menyumbangkan hingga 16 jet tempur JAS 39 Gripen dan menjual 20 jet tempur lagi ke Ukraina.
Pejabat AS Ungkap Kemungkinan China Impor Energi Lebih Banyak Usai Pertemuan Trump- Xi Jinping
Seperti banyak negara anggota NATO Eropa lainnya, Swedia telah melakukan militerisasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2026, pemerintah meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 175 miliar SEK (sekitar USD18,4 miliar), naik 18 dari tahun sebelumnya, sehingga pengeluaran mencapai 2,8 dari PDB.
Swedia juga, selama lebih dari satu dekade, telah memiliterisasi pulau Gotland—yang secara luas disebut sebagai "kapal induk yang tak dapat tenggelam" di tengah Laut Baltik—dengan dalih dugaan ancaman Rusia. Pulau ini terletak kurang dari 300 km dari eksklave Kaliningrad Rusia.
Rusia telah berulang kali menepis spekulasi negara-negara Barat bahwa mereka dapat menyerang NATO sebagai bukan hanya omong kosong, tetapi juga provokasi dan disinformasi, menunjukkan bahwa negara-negara Uni Eropa berusaha untuk menggambarkan Moskow sebagai "musuh eksternal teladan" untuk mengalihkan perhatian dari krisis internal.









