Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Potensi besar UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai belum sepenuhnya mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat karena masih terkendala daya saing dan akses pasar yang terbatas. Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan silaturahmi antara DPW Partai Perindo NTT dan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di GMIT Center.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th, mengatakan ribuan UMKM binaan GMIT masih terkendala pada aspek hilirisasi dan daya saing produk. Karena itu, dia mendorong sinergi berbagai pihak guna meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
"Persoalan utama yang dihadapi adalah hilirisasi. Karena itu diperlukan sinergi program untuk peningkatan UMKM," kata Samuel Pandie.
Baca juga: Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Perindo Soroti Daya Saing Produk UMKM
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa, menilai penguatan UMKM harus menjadi agenda bersama karena sektor tersebut memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat."Perindo melihat Sinode GMIT sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat. Kami ingin memperkuat kolaborasi yang berdampak langsung pada pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas SDM, dan kesejahteraan masyarakat NTT," kata Simson dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/26).
Menurut dia, banyak produk UMKM NTT memiliki kualitas yang baik dan potensi pasar yang besar. Namun, keterbatasan standarisasi masih menjadi hambatan sehingga produk lokal belum mampu bersaing secara optimal di tingkat nasional maupun internasional.
"Banyak produk UMKM NTT memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Karena itu, perlu dilakukan pendampingan dan standarisasi, termasuk pemenuhan sertifikasi SNI, agar produk-produk lokal mampu menembus pasar nasional bahkan internasional serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat," ujar ahli Sistem Manajemen Mutu Standar Nasional Indonesia (SMM SNI) ISO 9001:2005 ini.
Kolaborasi Dorong Ekonomi Kerakyatan
Menurut Simson, standarisasi produk melalui sertifikasi SNI menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pasar, dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Karena itu, dia mendorong sinergi seluruh elemen masyarakat agar potensi ekonomi lokal mampu berkembang dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat NTT."Pembangunan daerah membutuhkan kerja sama semua pihak. Perindo berkomitmen membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, untuk mendorong ekonomi kerakyatan dan menciptakan peluang yang lebih baik bagi masyarakat NTT," tegasnya.
Selain sektor ekonomi, kolaborasi yang dibangun juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan dan pendidikan. Sinergi antara Perindo dan GMIT diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperluas peluang kemajuan masyarakat NTT.









