Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Kontroversi penolakan wasit asal Somalia, Omar Artan, masuk ke Amerika Serikat jelang Piala Dunia 2026 terus memanas. Kali ini, mantan pemilik Crystal Palace sekaligus pundit talkSPORT, Simon Jordan, menjadi sasaran kritik tajam usai komentarnya soal kasus tersebut dinilai tidak sensitif.
Artan sebelumnya dipastikan gagal bertugas di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke AS oleh otoritas imigrasi di Bandara Internasional Miami. Padahal, wasit terbaik Afrika versi CAF 2025 itu disebut telah mengantongi visa diplomatik yang sah.
FIFA juga sudah mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut tidak akan berubah. Artan pun dipastikan absen dari turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam program talkSPORT, Simon Jordan awalnya dimintai pendapat mengenai berbagai kontroversi yang muncul jelang Piala Dunia 2026. Ia menilai situasi tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan.
Marc Marquez Malah Santai Usai Kecelakaan Fatal di Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Kenapa?
“Sepak bola sekarang adalah bisnis yang sangat besar. Piala Dunia FIFA tentu menjadi proyek yang mahal, tetapi juga peluang menghasilkan uang dalam jumlah besar,” kata Jordan.Namun, komentarnya soal Omar Artan justru memicu reaksi keras publik. Jordan menyebut belum ada alasan pasti mengapa Artan ditolak masuk AS, lalu menilai persoalan itu bisa jadi berasal dari pihak sang wasit sendiri.
“Saya tidak tahu alasan sebenarnya. Kalau dia tidak memenuhi syarat visa, itu bukan kekacauan, melainkan masalah dari pihak dia dan orang-orang yang mengurusnya,” ujar Jordan.
Pernyataan itu langsung menuai kecaman di media sosial. Banyak penggemar sepak bola menilai Jordan berbicara tanpa memahami fakta lengkap bahwa Artan sebenarnya sudah memiliki visa resmi.
Seorang pengguna X menyebut komentar Jordan sebagai pembelaan yang “lemah dan menyedihkan”.
“Wasit Somalia itu punya dokumen resmi dan sudah disetujui FIFA. Menyalahkan dia justru terasa seperti pembenaran atas diskriminasi,” tulis seorang pengguna media sosial.Kritik lain juga bermunculan. Sebagian netizen menilai Jordan bersikap tidak objektif karena langsung mengaitkan kasus tersebut dengan prosedur imigrasi tanpa mempertimbangkan konteks politik antara AS dan Somalia.
“Dia sendiri mengaku tidak tahu alasan penolakannya, tapi tetap memberi opini seolah-olah masalahnya ada pada sang wasit. Itu sangat tidak fair,” tulis komentar lainnya.
Kontroversi ini semakin memperkeruh suasana jelang kick-off Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Iran juga dikabarkan mengalami persoalan terkait visa dan akses suporter ke Amerika Serikat di tengah ketegangan politik dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Kasus Omar Artan pun kini bukan sekadar isu sepak bola, melainkan berkembang menjadi perdebatan soal politik, diskriminasi, dan inklusivitas di panggung olahraga terbesar dunia.Kasus Omar Artan pun kini bukan sekadar isu sepak bola, melainkan berkembang menjadi perdebatan soal politik, diskriminasi, dan inklusivitas di panggung olahraga terbesar dunia.










