WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar

WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar

Olahraga | sindonews | Rabu, 10 Juni 2026 - 09:09
share

Kontroversi larangan masuk terhadap wasit Somalia, Omar Artan, ke Amerika Serikat jelang Piala Dunia 2026 terus memicu gelombang reaksi. Kali ini, FIFA didesak memberikan kompensasi besar kepada Artan setelah ia dipastikan gagal tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia itu.

Mantan wasit FIFA sekaligus eks bos PGMOL, Keith Hackett, meminta FIFA membayar kompensasi senilai 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,6 miliar kepada Artan. Nilai itu disebut setara dengan bayaran yang seharusnya diterima para wasit di Piala Dunia 2026.

Artan sebelumnya dijadwalkan mencetak sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia. Namun, ia ditolak masuk ke AS setibanya di Miami meski berstatus perangkat pertandingan resmi FIFA.

Somalia sendiri masuk dalam daftar negara yang terkena kebijakan larangan perjalanan pemerintahan Presiden Donald Trump. FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa mereka tidak bisa mengintervensi keputusan otoritas imigrasi AS.

Kasus tersebut memancing simpati luas dari dunia sepak bola. Mantan wasit Christina Unkel mengaku muak dengan situasi itu.“Ini bukan Piala Dunia kalau dunia tidak diizinkan datang,” ujar Unkel.

Legenda Arsenal, Ian Wright, juga ikut mengecam situasi tersebut. Ia menyoroti makin banyaknya pemain, suporter, jurnalis, hingga ofisial yang mengalami masalah masuk ke AS menjelang Piala Dunia 2026.

Menurut Wright, kekacauan semacam ini justru merusak citra turnamen terbesar FIFA.

Sementara itu, Keith Hackett menilai FIFA telah gagal melindungi perangkat pertandingan yang mereka tunjuk sendiri. Ia pun meminta badan sepak bola dunia tersebut bertanggung jawab secara finansial.

“Situasi ini sangat tidak adil. Seorang wasit muda kehilangan kesempatan memimpin di Piala Dunia setelah perjuangan panjang mencapai level elite,” kata Hackett.Ia menambahkan, perjalanan menjadi wasit kelas dunia bukan proses mudah. Karena itu, Artan dinilai layak menerima kompensasi penuh atas kesempatan dan penghasilan yang hilang.

“Saya berharap FIFA memberikan pembayaran khusus sebesar 100 ribu dolar AS kepada dia dan keluarganya,” lanjut Hackett.

Artan sebelumnya sudah memiliki reputasi besar di Afrika. Ia pernah memimpin laga Piala Afrika dan final Liga Champions CAF, serta dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025.

Namun, mimpi tampil di Piala Dunia 2026 kini pupus akibat keputusan imigrasi AS yang memicu kontroversi global.

Topik Menarik