Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan

Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 8 Juni 2026 - 06:30
share

Orang tua perlu lebih waspada saat memberikan minuman dan makanan manis kepada anak. Pasalnya, konsumsi gula berlebihan sejak tahun pertama kehidupan disebut dapat menurunkan kecerdasan kognitif, memengaruhi kemampuan belajar, hingga mengganggu perkembangan bahasa dan motorik anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengingatkan orang tua agar lebih bijak dalam memberikan asupan tinggi gula, terutama pada masa awal kehidupan anak. Pasalnya, konsumsi gula berlebihan pada tahun pertama kehidupan dapat berdampak terhadap kemampuan kognitif anak di kemudian hari.

Prof RIni menjelaskan, anak yang terlalu banyak mengonsumsi gula dalam satu tahun pertama, kecerdasan kognitifnya akan menurun pada usia tiga tahun.

Baca Juga : Tren Makanan Manis Meningkat, Yuk Cegah Obesitas dengan 5 Tips Sederhana Ini

“Ternyata ada beberapa penelitian bahwa anak yang konsumsi gula berlebihan pada usia satu tahun pertama kehidupan, ini memberikan penurunan kemampuan kecerdasan pada anak pada usia tiga tahun,” ujar Prof. Rini dalam acara Grand Launching Acekid, Minggu (7/6/2026).Dampaknya bahkan bisa menjadi lebih luas apabila kebiasaan tersebut terus berlanjut hingga anak berusia dua tahun. Selain kognitif, penurunan juga bisa terjadi dalam kemampuan bahasa hingga perkembanhan motorik.

Prof. Rini mengatakan makanan dan minuman tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang berulang. Dalam jangka panjang, kondisi itu dapat memengaruhi fungsi otak yang berperan dalam memori, kemampuan belajar, hingga perilaku anak.

Baca Juga : 5 Bahaya Konsumsi Makanan Manis saat Lebaran bagi Kesehatan Anak, Waspada Obesitas

“Ini mempengaruhi fungsi otak, memori, kemampuan belajar, dan perilaku anak,” katanya.

Di situ lah banyak orang tua tidak menyadari bahwa konsumsi gula tidak hanya berasal dari permen atau minuman kemasan. Berbagai makanan ringan, kue, cokelat, hingga camilan anak juga dapat menyumbang asupan gula harian yang cukup tinggi.Karena itu, Prof. Rini menyarankan orang tua untuk mulai membiasakan pola makan yang lebih sehat sejak dini, termasuk membatasi konsumsi gula tambahan. Namun ia juga menegaskan bahwa gula bukan hal yang harus sepenuhnya dihindari.

Tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi, namun jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. Untuk itu, Prof Rini menyarankam orang tua lebih sering memberi buah-buahan sebagai sumber rasa manis yang alami.

“Saya senang kalau ibu-ibu selalu restriksi terhadap gula. Gula juga cukup penting untuk nutrisi, tetapi memang harus dibatasi,” ujarnya.

Topik Menarik