Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Jakarta sudah. Kini giliran Medan. BYD Tech Culture Fest 2026 resmi mendarat di ibu kota Sumatera Utara pada 6 Juni 2026. Mengapa Medan?
Sumatera Utara mencatat lonjakan adopsi kendaraan listrik (EV) yang sangat signifikan. Potensi pasarnya kuat. Medan adalah gerbang strategis Sumatera.
Tapi ini bukan pameran jualan mobil biasa. Ini sebuah festival terbuka.
Orang tidak hanya disuruh melihat bodi mobil. Mereka diminta mengeksplorasi ekosistem. Menyentuh teknologi. Merasakan langsung bagaimana performa mobil energi baru bekerja.
Pabrikan asal Shenzhen yang didirikan Wang Chuanfu tahun 1995 itu tahu betul cara memikat pasar. Mereka membawa lini kendaraan dari BYD dan Denza.
Ada atraksi ekstrem: Drifting Experience. Pengunjung bisa melihat langsung kemampuan pengendalian mobil yang menari di aspal. Lalu ada Monster Track. Di sini, mobil Denza B5 disiksa di jalur simulasi off-road buatan. Tujuannya membuktikan stabilitas dan traksi kendaraan di medan menantang.Bagi yang ingin menyetir sendiri, disediakan area Agility Test Drive.Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, sadar betul karakter mobilitas masyarakat Sumatera itu beragam. Penduduknya butuh mobil untuk dalam kota, tapi juga butuh daya tahan untuk rute jarak jauh yang menantang. "Karena itu kami percaya teknologi perlu dirasakan secara langsung," ujarnya. Mereka mengandalkan teknologi murni EV dan Dual Mode (DM).
Bicara soal Dual Mode, BYD baru saja menggelar Test Drive Challenge. Rutenya membelah jalur sulit: 150 kilometer dari Kota Medan menuju dataran tinggi Berastagi. Mobil yang dipakai adalah BYD M6 DM. Jalannya menanjak dan kondisi lalu lintasnya sangat dinamis.Hasilnya? Sangat irit. Juara pertama lomba efisiensi itu mencatat biaya konsumsi energi hanya Rp 244 per kilometer. Juara kedua mencatat Rp 247/km. Juara ketiga berada di angka Rp 264/km. Bayangkan murahnya biaya perjalanan menuju pegunungan.
Di area festival, edukasi dilakukan dengan cara menyenangkan. Ada Technology Zone. Zona ini dibagi menjadi empat ruang karakteristik: Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Pengunjung juga bisa membedah teknologi inti BYD lewat etalase Blade Battery, e-Platform 3.0, dan visualisasi DM Technology Display.Head of PR & Gov Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut festival ini memadukan inovasi yang imersif. Ada arena teknologi, gaya hidup, komunitas, area makan (F&B), kegiatan anak, hingga zona pengalaman V2L (Vehicle-to-Load).
Semuanya diikat rapi lewat sistem digital. Registrasi memakai microsite, lalu terhubung lewat wristband dan kode QR. Pengunjung bisa mengumpulkan poin untuk ditukar berbagai hadiah menarik. Pemerintah Kota Medan dan Dinas Pariwisata yang hadir menyambut baik inisiatif hijau ini.
Secara global, kiprah bisnis BYD sangat agresif. Lini bisnis mereka mencakup EV, rail transit, perangkat elektronik, hingga energi terbarukan. Hingga 30 November 2025, BYD telah menjual lebih dari 14,7 juta unit kendaraan energi baru. Mereka eksis di 77 negara. Punya pabrik besar di Brasil, Hungaria, dan Thailand.
