KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Sekelompok 85 anggota parlemen Iran telah menyerahkan dokumen kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang mengusulkan produksi massal rudal balistik antarbenua (ICBM) dan mengakhiri negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.
Sekelompok 85 anggotaparlemenIran secara resmi telah mengajukan petisi kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, meminta otorisasi untuk pengembangan dan produksi massal rudal balistik antarbenua (ICBM).Langkah ini dilakukan di tengah skeptisisme mendalam dari lembaga legislatif Iran terkait negosiasi internasional dan tekanan dari sanksi AS.
Rudal balistik generasi keempat Khorramshahr milik Iran memiliki jangkauan 2.000 km.
Menurut surat kabar Asriran, para anggota parlemen Iran menuntut agar kepala negara mengizinkan angkatan bersenjata nasional untuk mengembangkan senjata jarak jauh dalam skala besar. Alasan utama yang diberikan adalah kurangnya kepercayaan pada sikap AS terhadap solusi damai untuk konflik regional saat ini.
Selain mengembangkan rudal, kelompok anggota parlemen tersebut juga mengusulkan langkah-langkah keras untuk menegaskan kembali posisi negara:Semua negosiasi yang terkait dengan program nuklir harus dihentikan.Tuntut agar Amerika Serikat memberikan kompensasi atas kerusakan perang.Membangun kendali permanen atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk.
Saat ini, Iran belum secara resmi menguji coba rudal apa pun yang diklasifikasikan sebagai ICBM (dengan jangkauan melebihi 5.500 km). Persenjataan rudal balistik jarak jauh yang paling banyak diungkapkan kepada publik oleh negara itu meliputi seri Khorramshahr, Sejjil, dan Shahab-3, dengan jangkauan maksimum sekitar 2.000 km.
Para analis di Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di AS percaya bahwa seruan kelompok kongres tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan senjata yang mampu menyerang wilayah AS secara langsung.
Peningkatan rudal jarak menengah yang ada menjadi rudal balistik antarbenua membutuhkan kemajuan baru dalam teknologi mesin dan material masuk kembali atmosfer.
Trump membuka kemungkinan untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington tidak perlu mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengendalikan persediaan uranium yang diperkaya, menegaskan bahwa AS akan mencapai tujuannya dengan cara apa pun. Pemimpin AS itu juga membuka kemungkinan untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Yang perlu diperhatikan, para anggota parlemen Iran ingin membangun kehadiran militer permanen di Selat Hormuz untuk mendapatkan keuntungan dalam konfrontasigeopolitik.
Jika proposal ini disetujui, hal itu akan menandai perubahan besar dalam doktrin militer Iran, dari pertahanan regional menjadi pencegahan global dengan senjata strategis jarak jauh.










