Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Nasional | sindonews | Rabu, 3 Juni 2026 - 14:06
share

Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Tengah dan DIY Soewondo Koesoemo menyatakan dukungan penuh percepatan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Termasuk pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mewujudkan transisi menuju energi bersih.

Menurut Soewondo, pengembangan EBT merupakan langkah strategis yang harus terus didorong guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission (NZE). Soewondo menilai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan tidak hanya menjadi kebutuhan masa depan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sektor energi nasional.

Karena itu, MKI secara konsisten mendorong percepatan pembangunan berbagai proyek energi bersih di Jawa Tengah maupun wilayah lainnya di Indonesia. Dalam berbagai forum ketenagalistrikan, Soewondo mengungkapkan Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber energi terbarukan, mulai dari energi surya, biomassa, hingga pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik.

Baca juga: Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun demi Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?

“Transformasi sektor energi tidak semata-mata bertujuan memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan,” katanya. Untuk itu, Soewondo mendorong terjalinnya sinergi yang kuat antara pemerintah, PLN, investor, perguruan tinggi, dan dunia usaha guna mempercepat realisasi berbagai proyek EBT di daerah. Selain pengembangan energi terbarukan, Soewondo juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi atas meningkatnya persoalan sampah di berbagai daerah.

Menurut Soewondo, sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat dikurangi secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lihat video: Dinantara Fokus pada Investasi EBT hingga Pangan

“Kebijakan dan regulasi pemerintah yang mendukung pengolahan sampah menjadi energi membuka peluang besar bagi pemerintah daerah maupun investor untuk mengembangkan PLTSa secara lebih luas,” katanya.

Jawa Tengah disebut memiliki potensi yang sangat menjanjikan mengingat tingginya volume timbulan sampah di sejumlah kabupaten dan kota. Oleh karena itu, MKI mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pemetaan potensi, menyiapkan lahan, serta menyusun regulasi pendukung guna mempercepat realisasi proyek-proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Soewondo berharap percepatan pengembangan EBT dan implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat memberikan manfaat ganda bagi Indonesia, yakni meningkatkan ketersediaan pasokan listrik nasional sekaligus membantu mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem energi yang bersih, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

“Pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah nyata menuju masa depan energi Indonesia yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, saya optimistis target transisi energi nasional dapat tercapai,” ujarnya.

Topik Menarik