Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Logam tanah jarang (rare earth) kini menjadi komoditas paling strategis yang menggerakkan roda industri teknologi tinggi, pertahanan nasional, hingga proyek transisi energi hijau. Kendati elemen ini tersebar di seluruh kerak bumi, konsentrasi alaminya sangat jarang ditemukan dalam jumlah besar yang ekonomis untuk di tambang, sehingga memicu perebutan pengaruh ekonomi dan geopolitik antarnegara pemilik cadangan terbesar dunia.
Dikutip dari Stars Insider pada Selasa (2/6), logam tanah jarang merupakan mesin tersembunyi bagi dunia modern karena karakteristik magnetik dan konduktif uniknya yang tidak tergantikan untuk memproduksi gawai pintar, baterai kendaraan listrik, turbin angin, hingga jet tempur canggih.
Baca Juga:Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
China kokoh berdiri di posisi pertama sebagai penguasa yang belum tertandingi di sektor ini. Tiongkok diperkirakan menguasai cadangan sekitar 44 juta metrik ton di dalam tanah, yang mencakup hampir separuh dari seluruh total pasokan logam tanah jarang dunia.
Mengekor di posisi kedua, Brasil mencatatkan sebagai raksasa baru dengan potensi cadangan mencapai 21 juta metrik ton. Melalui pengoperasian komersial di deposit Pela Ema, negara bagian Goiás, Brasil menargetkan produksi tahunan hingga 5.000 metrik ton oksida tanah jarang pada tahun 2026 sekaligus menjadi salah satu wilayah di luar China yang mampu memproduksi empat mineral magnetik paling kritis.
Sementara itu, India menempati peringkat ketiga global dengan total cadangan diperkirakan mencapai 6,9 juta metrik ton yang sebagian besar terkandung dalam deposit pasir mineral. Guna mengurangi ketergantungan impor magnet elemen tanah jarang yang mencapai 53.000 metrik ton, Pemerintah India kini gencar memacu riset domestik untuk mengoptimalkan metode ekstraksi dan pemurnian mandiri.
Pada posisi keempat dan kelima, Australia dan Rusia bersaing ketat dalam mengamankan rantai pasok global. Australia memegang cadangan sebesar 5,7 juta metrik ton dengan emiten lokal seperti Lynas Rare Earths dan Hastings Technology Metals yang agresif membuka tambang baru, sedangkan Rusia yang memiliki cadangan 3,8 juta metrik ton, dan sedang menginvestasikan dana sebesar USD1,5 miliar untuk memodernisasi teknologi pemrosesan mereka.
Baca Juga:Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Potensi menjanjikan juga dimiliki oleh Vietnam dengan cadangan 3,5 juta metrik ton dan Amerika Serikat (AS) dengan 1,9 juta metrik ton. AS bahkan terus bergerak aktif memulihkan rantai pasok dalam negerinya melalui tambang Mountain Pass di California serta mendanai inovasi ekstraksi mineral dari limbah batu bara guna menekan ketergantungan pada pemasok asing.
Melengkapi daftar 10 besar pemilik cadangan tanah jarang dunia, Greenland memiliki cadangan 1,5 juta metrik ton, Tanzania 890.000 metrik ton, dan Afrika Selatan 860.000 metrik ton. Ketiga wilayah ini terus menarik perhatian investor global berkat proyek-proyek masa depan seperti penambangan deposit Ngualla di Tanzania serta pemulihan mineral dari tempat pembuangan limbah (waste dumps) di Phalaborwa, Afrika Selatan.






