Sempat Mundur 12 Jam Demi Istirahat Jemaah, Ratusan Bus Shalawat di Makkah Mengaspal Lagi
Layanan Bus Shalawat terpantau kembali beroperasi penuh untuk memfasilitasi mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah mulai Minggu (31/5). Armada transportasi gratis ini resmi diputar kembali tepat pada pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS) untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidilharam.
Sebanyak 458 unit kendaraan berbadan besar telah disiagakan untuk menyusuri 23 rute strategis selama 24 jam nonstop. Kepala Bidang Layanan Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, menyatakan bahwa waktu operasional siang hari tersebut merupakan hasil revisi dari rencana awal.
Pemerintah Arab Saudi memutuskan mengubah jadwal yang sedianya diputar pada pukul 01.00 dini hari demi mengutamakan pemulihan fisik jemaah haji. Syarif meyakini pergeseran waktu ini sangat menguntungkan jemaah yang siang harinya baru saja menuntaskan rukun Nafar Tsani di Mina.
Baca juga: Pemotongan Hewan Kurban Dharma Jaya Jadi Pilihan Sejumlah Instansi
"Kami berkesimpulan bahwa hal itu linear sekali dengan masa puncak haji, di mana banyak jemaah haji sedunia ini siangnya baru selesai Nafar Tsani, sehingga waktu itu digunakan untuk istirahat," terang Syarif kepada Tim Media Center.Penundaan layanan selama 12 jam ini terbukti efektif dalam memberikan ruang jeda agar jemaah dapat beristirahat dengan layak di pemondokan. Kini, seluruh jemaah bebas memanfaatkan layanan darat tersebut untuk menuntaskan ibadah harian maupun melaksanakan tawaf ifadah.
Dalam pengoperasiannya pasca-puncak haji, otoritas telah berkoordinasi untuk memitigasi problem penumpukan jemaah di tiga terminal utama. Sebagai solusinya, seluruh akses pintu peron di terminal keberangkatan kini dibuka secara maksimal guna memperlancar sirkulasi penumpang.
"Sekarang kami sudah komunikasi dengan pihak terkait di sana, di Ajyad itu tiga pintu dibuka semuanya, di Syib Amir ada sekitar 16 pintu untuk dibuka semuanya," jelas Syarif.
Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan ratusan armada bus ini akan dikurangi secara bertahap mengikuti dinamika jumlah jemaah di Makkah.










