Tragedi Glamping Maut Sekeluarga Tewas di Temanggung, Salah Satu Korban Fotografer Keraton Yogyakarta

Tragedi Glamping Maut Sekeluarga Tewas di Temanggung, Salah Satu Korban Fotografer Keraton Yogyakarta

Nasional | sindonews | Kamis, 28 Mei 2026 - 19:52
share

Kasus tewasnya empat orang sekeluarga di dalam tenda saat glamping di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Temanggung, Jawa Tengah terus diselidiki polisi. Salah satu korban diketahui sebagai fotografer lepas Keraton Yogyakarta bernama Bagas Amar Hakiki (21).

Bagas merupakan anak pertama dari keluarga tersebut dan tercatat sebagai mahasiswa Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM angkatan 2022. Selain itu, ia juga menjadi fotografer lepas di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta.

Baca juga: Olah TKP Kematian 3 Orang Sekeluarga di Tanjung Priok, Polisi Sita Makanan dan Minuman

Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno membenarkan bahwa Bagas merupakan bagian dari tim dokumentasi mereka.

“Betul. Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti,” ujar Kartiutami, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, Bagas awalnya mengikuti program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024. Dari program tersebut, pihaknya melihat kemampuan fotografi Bagas yang mumpuni hingga akhirnya direkrut menjadi fotografer lepas.

Baca juga: Tragis! 3 Orang Tewas 2 Kritis saat Bersihkan Toren Pabrik Pupuk Cair di Karawang

“Lalu kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas bersama dua orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi Keraton Yogyakarta sebagai fotografer lepas,” katanya.

Menurut dia, Bagas bukan merupakan abdi dalem, melainkan fotografer lepas yang masuk dalam tim inti dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti.“Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Tim dokumentasi kami sebagian Abdi Dalem, sebagian freelance,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sangat kehilangan sosok Bagas yang dikenal sebagai pribadi menyenangkan dan senang membantu.

“Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” katanya.

Sebelumnya, polisi menemukan indikasi awal empat orang sekeluarga yang ditemukan tewas saat glamping di Kabupaten Temanggung diduga mengalami keracunan makanan. Saat ini, sisa makanan barbeque yang dibawa korban saat berkemah telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum bisa mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan. Begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng,” ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, Kamis (28/5/2026).Keempat korban ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat camping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5/2026). Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Identitas korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17) dan Bagas Amar Hakiki (21).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keluarga tersebut datang ke lokasi wisata untuk berkemah dan menginap di area camping pada Selasa (26/5/2026) pukul 22.00 WIB.

Keesokan harinya, petugas wisata mendatangi tenda korban untuk mengingatkan waktu checkout karena area perkemahan akan dibersihkan. Namun tidak ada jawaban dari dalam tenda. Setelah tenda dibuka, keempat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh kaku.

=

Topik Menarik