Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar

Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar

Ekonomi | sindonews | Rabu, 27 Mei 2026 - 21:01
share

Konsumsi listrik global terus meningkat seiring pertumbuhan industri, urbanisasi, dan kebutuhan energi modern di berbagai negara. Sejumlah negara besar seperti China dan Amerika Serikat menjadi penyumbang utama konsumsi listrik dunia.

Konsumsi listrik menjadi fondasi penting untuk mendukung industri, transportasi, hingga kualitas hidup masyarakat modern,” demikian disampaikan dalam laporan energi global terkait pemetaan konsumsi listrik dunia terbaru dikutip dari Stars Insider, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga:10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Siapa Teratas?

Secara global, konsumsi listrik dunia mencapai sekitar 29.600 terawatt-hour (TWh) per tahun untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari pabrik, kota besar, hingga kendaraan listrik. Namun, distribusi konsumsi tersebut tidak merata, dengan beberapa negara menyerap energi jauh lebih besar dibandingkan lainnya.

China menempati posisi teratas dengan konsumsi mencapai sekitar 9.443 TWh per tahun, bahkan melampaui gabungan konsumsi lima negara berikutnya. Tingginya kebutuhan listrik didorong oleh sektor manufaktur, kota megapolitan, kendaraan listrik, hingga penggunaan pendingin udara.

Di posisi kedua, Amerika Serikat mengonsumsi sekitar 4.272 TWh per tahun, terutama untuk sektor industri, perumahan, pusat data, serta transportasi berbasis listrik. Sumber energi negara ini didominasi gas, diikuti energi terbarukan, nuklir, dan batu bara.

Baca Juga:Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?

India berada di peringkat ketiga dengan konsumsi sekitar 1.956 TWh, didorong populasi besar, urbanisasi, serta kebutuhan industri dan pertanian. Batu bara masih menjadi sumber utama listrik, meskipun energi terbarukan terus berkembang. Negara lain dengan konsumsi tinggi antara lain Rusia 1.162 TWh yang didorong industri berat dan iklim dingin, serta Jepang 1.013 TWh yang mengandalkan listrik untuk kota padat, manufaktur, dan transportasi.

Di kawasan berkembang, Brasil 725 TWh dan Korea Selatan 617 TWh menunjukkan tingginya kebutuhan energi untuk industri dan perkotaan. Sementara Jerman (505 TWh) terus bertransisi ke energi terbarukan setelah menghentikan pembangkit nuklir. Negara Timur Tengah seperti Arab Saudi 422 TWh dan Iran 380 TWh juga mencatat konsumsi tinggi, didorong kebutuhan pendinginan, industri energi, serta pertumbuhan kota.

Adapun Indonesia masuk dalam daftar dengan konsumsi sekitar 351 TWh per tahun, didorong oleh sektor pertambangan, industri, serta pembangunan smelter nikel. Batu bara masih menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional, meskipun pengembangan energi terbarukan mulai meningkat. Konsumsi listrik global diperkirakan akan terus meningkat, menjadikan efisiensi energi dan transisi ke sumber energi bersih sebagai tantangan utama bagi banyak negara.

Topik Menarik