Geser Paradigma Lama, Mahasiswa Didorong Kejar Kompetensi Ketimbang Selembar Ijazah

Geser Paradigma Lama, Mahasiswa Didorong Kejar Kompetensi Ketimbang Selembar Ijazah

Nasional | sindonews | Rabu, 27 Mei 2026 - 13:27
share

Tantangan dunia kerja semakin kompetitif dan dinamis menuntut adanya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan tinggi. Lulusan perguruan tinggi kini tidak lagi bisa sekadar mengandalkan selembar ijazah akademik, melainkan wajib memiliki validasi kemampuan nyata melalui sertifikasi profesi untuk dapat bersaing di pasar kerja.

Rektor Budi Luhur University Agus Setyo Budi mengatakan, langkah penyiapan kompetensi sejak dini dinilai menjadi kunci penting guna menjembatani kebutuhan industri dan meminimalisasi angka pengangguran terdidik. Kesiapan menghadapi dunia kerja, baik di sektor pemerintahan seperti tantangan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) maupun sektor swasta harus dirancang sejak awal perkuliahan.

"Kita dari mulai semester awal itu sudah sosialisasi berdasarkan pada profesi apa setelah nanti lulus yang akan digeluti. Nah, itu artinya mereka memang sudah siap-siap untuk mengambil sertifikasi profesional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)," ujar Agus melalui keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Baca juga: Menag Ungkap Banyak Non-Muslim Sumbang Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Menurutnya, perubahan pola pikir mahasiswa baru menjadi faktor krusial, fokus utama perkuliahan harus digeser dari yang semula hanya mengejar kelulusan administratif menjadi penguasaan keahlian spesifik. Dalam implementasinya, mahasiswa diarahkan untuk mengikuti uji kompetensi yang relevan dengan target profesi mereka.

Sebagai contoh, mahasiswa di bidang ekonomi dan bisnis yang mengarah pada profesi pialang saham akan difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi langsung dari bursa efek melalui badan sertifikasi resmi.

"Integrasi antara kurikulum akademik berbasis minat (build your own curriculum) dan sertifikasi profesi ini diharapkan dapat mencetak lulusan muda yang tidak hanya menguasai teori di atas kertas, tetapi juga mengantongi bukti kompetensi riil yang diakui oleh dunia industri, baik di tingkat nasional maupun global," pungkasnya.

Topik Menarik