Keluarga Tahanan Padati Rutan KPK saat Momen Iduladha 2026
Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan tampak ramai pada Rabu (27/5/2026). Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan keluarga tahanan untuk melepas rindu dengan kerabat mereka yang tengah menjalani penahanan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, keluarga tahanan mulai berdatangan ke kawasan rutan usai salat Iduladha. Meski jam besuk belum dibuka, satu per satu keluarga tampak mengantre sejak pagi demi mendapatkan giliran terdepan.
Sejumlah keluarga terlihat sudah mengantre sejak pukul 08.00 WIB. Beberapa di antaranya juga membawa makanan untuk kerabat yang ditahan guna merayakan suasana Iduladha bersama di dalam rutan.
Baca juga: Gus Yaqut hingga Bupati Sudewo Salat Iduladha di Masjid KPK
Momen kunjungan tersebut tak hanya dimanfaatkan keluarga tahanan beragama muslim. KPK juga memberikan kesempatan kepada tahanan non-muslim untuk menerima kunjungan keluarga.Salah satu keluarga yang terlihat datang ialah Silviana Rinita Harefa, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel). Silviana datang bersama ibu dan anaknya untuk bertemu Noel.
"Baru dibuka jam 10.00 WIB. Tapi, keluarga kayaknya antusias banget pengen merayakan Iduladha bersama di dalam. Jam 7 tuh udah ada yang antre di depan tadi. Karena pintu belakang kan ditutup, jadi harus lewat pintu depan," ujar Silviana saat ditemui, Rabu (27/5/2026).
Silviana mengaku tak pernah absen menjenguk suaminya pada momen hari raya sejak Noel ditahan. Menurut dia, waktu kunjungan saat Iduladha dimanfaatkan betul untuk berkumpul bersama keluarga."Yang sebelumnya kan cuma 2 jam, tapi kemarin dapet informasi terbaru ditambah satu jam. Dari harusnya kan jam 10 sampai jam 12, tapi kemarin aku liat di grup WhatsApp juga ada jam 10 sampai jam 1 siang. Ada penambahan jam lah jadi 3 jam," terang Silviana.
Dalam kunjungan kali ini, Silviana juga membawakan bekal makanan untuk suaminya. Ia memilih nasi kebuli agar suasana Iduladha lebih terasa.
"Hari ini ada sih (bawa makanan). Dari panitia kan sudah kompromi gitu ya, jadi ada nasi kebuli. Karena ini hari Idul Adha jadi nasi kebuli, kan ciri khasnya kambing ya. Terus ada pastel, gorengan, terus ada minumannya es kelapa," lanjut Silviana.
Selain berharap dapat merayakan Iduladha bersama keluarga, Silviana juga berharap hakim dapat memutus perkara suaminya dengan adil. Meski demikian, ia menegaskan keluarganya akan tetap menghormati proses hukum yang berjalan.
"Kalau penginnya sih bebas ya. Ini kan ya keinginan seorang istri dan keluargalah. Tapi kalau emang nggak ini mah ya udah kita patuh dengan hukum yang berlakulah ya," tandas dia.










