Dorong Inovasi Daerah, Pemkab Majalengka Gandeng Inovasi Muda

Dorong Inovasi Daerah, Pemkab Majalengka Gandeng Inovasi Muda

Ekonomi | sindonews | Selasa, 26 Mei 2026 - 22:13
share

Lembaga Inovasi Muda resmi menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan riset dan pengembangan program berbasis keberlanjutan. Sinergi ini dirancang sebagai langkah awal untuk mendorong penguatan inovasi daerah yang selaras dengan potensi lokal dan kebutuhan riil masyarakat di Kabupaten Majalengka.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih inovatif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Majalengka, Eman Suherman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (26/5).

Baca Juga:Inovasi Muda dan Universitas Ciputra Cetak Greenpreneur Melalui Kompetisi Bisnis Hijau

Eman menjelaskan, kesepakatan multipihak yang turut melibatkan jajaran pemerintah daerah dan TP PKK ini berupaya membangun ekosistem kolaboratif yang inklusif. Melalui pemetaan potensi daerah, fokus kerja sama akan diarahkan pada penguatan kapasitas generasi muda serta pengembangan inisiatif lapangan kerja hijau (green jobs).

Sebagai wujud nyata implementasi di lapangan, kedua belah pihak langsung memperkenalkan program bertajuk "Majalengka Emas". Program lingkungan ini berfokus pada tata kelola sirkular ekonomi lewat skema "Tukar Jelantah Jadi Rupiah" guna merangsang partisipasi aktif warga lokal.

Melalui mekanisme berbasis komunitas tersebut, masyarakat didorong mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga untuk dikonversi menjadi nilai ekonomi. Komoditas limbah ini ditampung sementara pada fasilitas penimbangan khusus bernama BioDrop sebelum disalurkan ke rantai hilir industri pengolahan.

Baca Juga:Chairwoman Inovasi Muda Asal Klaten Dorong Ekosistem Green Jobs

Pada pelaksanaan perdana kegiatan, sistem mencatat sebanyak 60 kilogram minyak jelantah berhasil terkumpul, berdampingan dengan 50 kilogram sampah kering yang ditimbang melalui bank sampah. Capaian awal ini mengindikasikan tingginya potensi serapan dan kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput.

Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini memaparkan bahwa pendekatan program adaptif ini sengaja didesain untuk menjawab tantangan sosial dan ekologi secara bersamaan. Pihaknya berkomitmen untuk terus membuka peluang ekonomi baru bagi pemuda sekaligus memperkuat resiliensi lingkungan di tingkat daerah.

Selain transaksi ekonomi lingkungan, agenda peresmian kesepakatan tersebut diintegrasikan dengan berbagai layanan sosial penunjang kesejahteraan masyarakat harian. Warga setempat difasilitasi dengan pasar sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga percepatan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung.

Topik Menarik