Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Pesatnya pembangunan dan aktivitas sektor ekstraktif yang masih menjadi penopang utama perekonomian di Kalimantan Timur turut menghadirkan tantangan terhadap keberlanjutanlingkungan. Berkurangnya ruang hijau, perubahan bentang alam, serta meningkatnya ancaman krisis iklim menjadi isu yang semakin nyata dan membutuhkan aksi kolaboratif dari berbagai pihak.
Menjawab tantangan tersebut, Konsorsium Gerbangtara bersama Enable Project menginisiasi program kolaborasi ESG “2.000 Pohon untuk Kalimantan Timur”. Program ini merupakan aksi kolektif berbasis akar rumput yang melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, institusi pendidikan, komunitas lokal, dan generasi muda dalam mendorong aksi penghijauan dan keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Timur.
Baca juga: Tradisi Penghijauan, PDIP Bersihkan DAS dan Tanam Pohon
Program ini menargetkan penanaman 2.000 pohon di lima kabupaten dan kota di Kalimantan Timur meliputi Balikpapan, Samarinda, Paser, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman, program ini juga mengedepankan aspek pemeliharaan, monitoring, serta pengukuran dampak selama satu tahun melalui penyusunan impact report.“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan implementasi ESG yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada dampak lingkungan, tetapi juga mendorong dampak sosial melalui keterlibatan aktif komunitas lokal, pemuda, dan pelaku UMKM di Kaltim. Kami percaya keberlanjutan akan menjadi lebih kuat ketika dibangun bersama masyarakat melalui semangat gotong royong dan aksi kolektif,” ujar Aie Natasha selaku Koordinator Konsorsium Gerbangtara dan CEO Enable Project, belum lama ini.
Rangkaian program ini memasuki aksi penanaman kedua di Balikpapan pada 23 Mei 2026 melalui kolaborasi bersama Komunitas Boemi Borneo dan IYD Local Chapter Kalimantan Timur sebagai mitra lokal.
Program ini turut melibatkan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai mitra strategis dan lokasi penanaman, serta didukung oleh Pertamina Patra Niaga dalam mendukung komitmen penanaman pohon secara bertahap dan berkelanjutan.
Co-Founder Boemi Borneo sekaligus Chair Indonesian Youth Diplomacy Local Chapter Kalimantan Timur Farah Faye menuturkan program ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan generasi muda dalam aksi lingkungan berbasis kolaborasi.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti pada penanaman pohon saja, tetapi juga menghadirkan dampak yang terukur melalui monitoring dan penyusunan impact report selama satu tahun ke depan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ITK melalui UKM Society of Renewable Energy (SRE) turut dilibatkan sebagai bagian dari aksi kolaboratif dan pembelajaran keberlanjutan bagi generasi muda,” ungkap Farah.Aksi penanaman selanjutnya dilaksanakan pada 26 April 2026 di Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser dalam momentum peringatan Hari Bumi 2026. Kegiatan tersebut diinisiasi bersama Komunitas Linbank dan Enable Project dengan mengusung tema “Menanam Kebaikan, Tumbuhkan Kehidupan”.
Sebanyak 100 pohon nangka dan 50 pohon alpukat ditanam di Kebun Desa Tapis dan Ruang Terbuka Hijau Desa Tapis dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Paser, komunitas lokal, BUMDes Karya Tapis, serta dukungan mitra perusahaan di antaranya PT Alfath Daya Utama, PT Petrosea, PT Jonathan Agung Bersaudara, dan CV Dapoer Agiz.
Jenderal Kopassus Ini Ungkapnya Beratnya Seleksi Pasukan Baret Merah, Disiksa Bak Tawanan Perang!
Ketua Komunitas Linbank Annisa Alfianti menambahkan aksi lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Aksi ini menjadi bukti bahwa komunitas, masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dapat bergerak bersama untuk menghadirkan dampak lingkungan dan sosial yang nyata,” ujarnya.










