Jangan Tutup Batuk dengan Telapak Tangan, Ini Bahayanya!
Menggunakan kedua telapak tangan atau kepalan tangan untuk menutup mulut saat kita batuk sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan melekat di masyarakat. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa hal itu merupakan cara yang tepat agar virus yang dikeluarkan saat batuk tidak menular kepada orang lain.
Namun, justru dengan menutup batuk menggunakan tangan juga berpotensi menyebarkan virus batuk kepada orang lain. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan, cara tersebut kurang tepat.
“Kalau kamu batuk, masih kayak tadi nutup pakai telapak tangan, berhenti itu salah,” kata Budi, dikutip Minggu (24/5/2026).
Baca Juga : Batuk Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung, Waspadai Tandanya
Ia menuturkan bahwa tangan yang telah digunakan untuk menutup mulut saat batuk telah terkontaminasi dengan bakteri dari batuk tersebut. Sementara tangan sendiri digunakan untuk berbagai macam hal dalam keseharian seperti makan, bersalaman dengan orang lain atau memegang sesuatu yang juga digunakan oleh banyak orang.Sehingga, bukan tidak mungkin bakteri yang terdapat di tangan menempel pada tangan orang lain saat bersalaman atau pada benda-benda yang dipegang juga oleh orang lain.
“Habis itu kamu bisa pegang pintu, pegang HP, bisa salaman sama teman-teman. Selamat kamu sudah membuat dosa baru menjadi penyebar bakteri jahat,” tutur dia.
Baca Juga : Waspada! Ini 5 Gejala TBC, Batuk Lebih dari 2 Minggu Jadi Tanda Utama
Budi menjelaskan bahwa ada cara yang lebih baik dalam menutup mulut saat batuk. Salah satunya dengan menutup mulut menggunakan sisi belakang siku agar meminimalisir penyebaran bakteri dari batuk kepada orang lain. Selain menutup menggunakan siku, kita juga bisa menutup mulut saat batuk menggunakan tisu tang tersedia jika ada.
“Ini aku ajarin ya cara batuk yang benar. Ini yang benar pertama, tutupnya pakai siku. Dua, bisa ditutup pakai tisu sekali pakai. Kalau habis batuk, tisu-nya jangan dikantongin, langsung dibuang ke tempat sampah,” jelas Budi.
Lebih lanjut, ia menghimbau agar kita senantiasa meminimalisir penyebaran bakteri dari batuk saat beraktivitas dengan menggunakan masker ketika di luar ruangan. Atau bisa juga dengan membuka sirkulasi udara yang cukup saat berada di rumah.
“Kalau Anda tetap terpaksa kerja karena tidak dikasih cuti, pakailah masker. Kalau di rumah, penting banget kita punya jendela yang sinar yang banyak. Kita buka supaya udara dari luar bisa masuk,” pungkas dia.










