TV Zionis Bocorkan Taktik Rahasia AS-Israel untuk Merebut Uranium Iran

TV Zionis Bocorkan Taktik Rahasia AS-Israel untuk Merebut Uranium Iran

Global | sindonews | Kamis, 21 Mei 2026 - 10:20
share

Sebuah laporan yang ditayangkan oleh televisi sayap kanan Israel, Channel 14, mengungkap detail rencana rahasia Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk merebut uranium yang diperkaya dari Iran melalui operasi militer.

Laporan tersebut memicu kemarahan rezim Zionis, terlebih televisi tersebut sudah dianggap sekutu dekat pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Netanyahu Buka Opsi Militer Israel Luncurkan Invasi Darat ke Iran untuk Rebut Uranium

Laporan televisi itu juga memicu seruan untuk sesi darurat Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset di tengah tuduhan bahwa informasi operasional dan intelijen yang sensitif telah bocor secara sembrono ke media.

 

Detail tersebut dilaporkan disiarkan tanpa persetujuan dari sensor militer Israel, yang kemudian diduga memerintahkan penghapusan materi tersebut dari platform online.

Jurnalis Channel 14, Shimon Riklin, mengeklaim bahwa serangan komando berpotensi dilakukan di dekat kota Isfahan, Iran, di mana uranium yang diperkaya diduga disimpan di bawah tanah tetapi pada kedalaman yang cukup dangkal untuk memungkinkan ekstraksi.Komentar tersebut tampaknya bertentangan dengan klaim Israel dan AS sebelumnya bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran terkubur jauh di bawah fasilitas yang sangat terlindungi.

Laporan itu meningkatkan pengawasan terhadap retorika Israel yang semakin agresif seputar program nuklir Iran dan kemungkinan tindakan militer unilateral.

Para anggota Knesset oposisi menuntut penyelidikan yang mendesak atas kebocoran informasi rahasia tersebut, memperingatkan bahwa pengungkapan itu dapat memicu ketegangan regional dan melemahkan koordinasi keamanan dengan Washington.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Gadi Eisenkot, mengecam laporan tersebut sebagai "perdagangan informasi keamanan nasional yang sembrono", dan mengatakan bahwa dia menduga informasi tersebut berasal dari "pejabat pemerintah senior".

"Ini adalah laporan yang harus diselidiki sepenuhnya," tulis Eisenkot di X, seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (21/5/2026). "Siapa pun yang memperdagangkan informasi semacam ini telah meninggalkan tanggung jawab dan penilaian yang baik dan tidak layak untuk memimpin," lanjut dia.

Riklin menolak kritik tersebut, dan menegaskan bahwa "tidak ada yang rahasia" yang diungkapkan oleh Channel 14.

Anggota Knesset Ram Ben Barak dan Elazar Stern dari partai oposisi Yesh Atid juga menyerukan pertemuan darurat komite atau subkomite intelijennya, dengan alasan bahwa laporan televisi itu mungkin telah mengungkap informasi rahasia yang mampu merusak operasi militer dan kedudukan strategis Israel.

Dalam permintaan mereka, para anggota Knesset memperingatkan bahwa kebocoran semacam ini dapat menyebabkan kerugian signifikan bagi Israel, Amerika Serikat, dan hubungan antara kedua negara.

Kontroversi ini muncul beberapa hari setelah Netanyahu secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan untuk secara fisik merampas material nuklir Iran melalui pengaturan diplomatik atau tindakan militer rahasia.Dalam sebuah wawancara dengan CBS News pekan lalu, Netanyahu menyatakan bahwa uranium Iran dapat dikeluarkan secara langsung. “Anda masuk dan mengambilnya,” katanya.

Ketika ditanya apakah yang dimaksud adalah pasukan khusus Israel atau Amerika, Netanyahu menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tetapi menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengatakan kepadanya: “Saya ingin masuk ke sana.”

Netanyahu menggambarkan pengeluaran material nuklir Iran sebagai “operasi yang layak”, mengatakan bahwa bahkan di bawah kesepakatan potensial dengan Teheran, “mungkin untuk masuk dan mendapatkan uranium”.

Pernyataan tersebut telah memicu kekhawatiran bahwa Israel mungkin sedang mempersiapkan landasan politik dan militer untuk operasi langsung di dalam Iran, yang berisiko memicu eskalasi regional yang lebih luas pada saat ketegangan di Timur Tengah sudah meningkat.

Topik Menarik