Lulusan SMK dan LKP Makin Mendunia, 3.600 Alumni Siap Kerja di Berbagai Negara
Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas bekerja di berbagai negara. Mereka berasal dari 411 SMK dan 30 LKP.
Pelepasan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang menjadi tonggak penting bagi pemerintah dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Prosesi pelepasan ditandai secara simbolis melalui pemberian jaket kerja lapangan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Daftar Jurusan SMK dan Persyaratan Khususnya di SPMB Jakarta 2026
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, langkah ini merupakan wujud nyata semangat Kebangkitan Nasional di era modern, yakni membangun bangsa melalui pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia.“Kalian semua akan bekerja di luar negeri dengan keterampilan, dengan ilmu, dan dengan integritas serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang besar,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (21/5/2026).
Ia menambahkan bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya tentang mencari penghidupan, tetapi juga memperluas wawasan, memperkuat jejaring internasional, dan membawa pulang pengalaman untuk kemajuan Indonesia.
Baca juga: 5 Jurusan di SMK yang Buka Peluang Keliling Dunia, Gaji Tinggi dan Karier Internasional
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang disebutnya sebagai pahlawan devisa negara sekaligus representasi semangat Kebangkitan Nasional generasi masa kini.
“Jaga kesehatan, jaga nama baik Indonesia, dan teruslah bercita-cita setinggi langit, karena kalaupun jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang dan kalian adalah bintang-bintang itu,” tutur Khofifah.Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa para lulusan berasal dari 411 SMK dan 30 LKP di seluruh Indonesia. Mereka telah menyelesaikan pendidikan sesuai bidang keahlian dan lolos seleksi kerja internasional untuk ditempatkan di sejumlah negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, Australia, dan negara lainnya.
“Mereka benar-benar sudah siap memasuki dunia kerja internasional pada berbagai sektor seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, dan jasa lainnya,” jelas Tatang.
Keberhasilan ini melanjutkan capaian sebelumnya, yakni pengiriman 1.500 alumni SMK pada pertengahan 2025 dan 1.600 alumni LKP pada awal 2026. Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan vokasi Indonesia semakin dipercaya dan mampu bersaing secara global.
Dalam kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga meluncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) pada SMK sebagai inovasi pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Program ini memberikan tambahan satu tahun pembelajaran untuk memperkuat kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing, budaya kerja, kesiapan mental, hingga literasi hukum dan keuangan.










