PTPP Gelar RUPST Tahun Buku 2025: Tetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan Perkuat Strategi Bisnis
PT PP (Persero) Tbk atau PTPP menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada hari ini, Selasa (19/5/2026) dengan tujuh mata acara rapat. Salah satunya yakni Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Para pemegang saham menyetujui pengalihan saham Seri B sebanyak 31.619.477 (tiga puluh satu juta enam ratus sembilan belas ribu empat ratus tujuh puluh tujuh) lembar saham dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada BP BUMN.
Saham Seri B tersebut selanjutnya akan diubah menjadi Saham Seri A Dwiwarna dalam rangka pemenuhan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN yang mengatur bahwa Negara Republik Indonesia memiliki 1 (satu persen) saham Seri A Dwiwarna pada BUMN melalui Kepala BP BUMN.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris- Komisaris Utama / Komisaris Independen : Dhony Rahajoe- Komisaris : Setya Nugraha- Komisaris : Aisyah Zakiyyah- Komisaris : Giri Suprapdiono- Komisaris Independen : Tjia Marwan- Komisaris Independen : Ain Rika ArminaJajaran Direksi- Direktur Utama : Novel Arsyad- Direktur Keuangan : Faizal Rahmad- Direktur Manajemen Risiko & Legal : Tommy Wiranata A- Direktur Strategi Korporasi dan HCM : I Gede Upeksa Negara- Direktur Operasi Bidang Infrastruktur : Yul Ari Pramuraharjo- Direktur Operasi Bidang Gedung : Yuyus Juarsa
Baca Juga: PTPP Raih Proyek Jembatan Pulau Laut Rp1,02 T, Perkuat Konektivitas Kalimantan SelatanSepanjang Tahun Buku 2025, PTPP berhasil mencatatkan perolehan nilai kontrak baru Rp24,95 triliun. Berdasarkan sumber pendanaan, komposisi perolehan kontrak baru Perseroan terdiri atas 45 proyek pemerintah, 35 proyek BUMN, dan 20 proyek swasta.
Dari sisi segmentasi usaha, kontribusi terbesar berasal dari sektor gedung sebesar 35, jalan dan jembatan 16, pertambangan 12, power plant 11, pelabuhan 10, irigasi 6, bendungan 4, minyak dan gas 3, industri 2, serta bandara 1. Beberapa proyek dengan kontribusi terbesar terhadap perolehan kontrak baru Perseroan antara lain proyek PLTGU Batam, New Priok East Access Phase II, Itacha 2 – Provision of Procurement & Construction for Haul Road, Tol Kataraja Phase 2, Fuel Pipeline Cikampek – Plumpang, Gedung DPD IKN, dan Proyek Konstruksi Bendungan Karian – Serpong Water Conveyance System (KSCS) Paket 1.
Perwakilan BP BUMN dalam RUPS Tahunan juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Perseroan sepanjang Tahun Buku 2025, khususnya atas keberhasilan Perseroan dalam menjaga arus kas operasi (operating cash flow) tetap positif serta menurunkan liabilitas Perseroan secara berkelanjutan.
Pencapaian tersebut dinilai mencerminkan efektivitas strategi penguatan fundamental bisnis dan implementasi manajemen keuangan yang prudent di tengah dinamika industri konstruksi nasional. Baca Juga: Perkuat Momentum Awal Tahun, PTPP Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026
Selain mencatatkan kinerja operasional yang positif, Perseroan juga terus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Berdasarkan hasil asesmen ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), PTPP berhasil memperoleh skor akhir sebesar 101,69 poin dan masuk dalam predikat “Leadership in Corporate Governance” atau Level 5 (>100). Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa praktik GCG yang diterapkan Perseroan telah melampaui standar penilaian Level 1 (Struktur ACGS) dan menempatkan PTPP sebagai salah satu emiten terdepan dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik berdasarkan standar ACGS di Indonesia.
Perolehan Nilai Kontrak PTPP sampai dengan April 2026
PTPP berhasil membukukan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp6,88 Triliun hingga April 2026. Perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 82, diikuti proyek BUMN sebesar 10, serta proyek swasta sebesar 8.Berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Jalan dan Jembatan sebesar 35, Disaster Response sebesar 26, Rumah Sakit sebesar 16, Smelter dan Pertambangan sebesar 10, Gedung sebesar 6, Pelabuhan sebesar 3, Sumber Daya Air sebesar 3, serta Infrastruktur Air sebesar 2.
Salah satu proyek yang diperoleh Perseroan di bulan April 2026 yang memiliki kontribusi nilai kontrak terbesar yaitu Pembangunan Jalan KSPEAN WANAM – MUTING Segmen 1 dengan nilai kontrak sebesar Rp1,77 Triliun.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menyampaikan, bahwa Perseroan akan terus berkomitmen menjaga kinerja operasional dan keuangan secara berkelanjutan melalui penerapan strategi bisnis yang prudent, penguatan fundamental perusahaan, serta peningkatan implementasi tata kelola perusahaan yang baik.
“PTPP akan terus fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan melalui optimalisasi portofolio proyek, peningkatan operational excellence, serta penguatan daya saing Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional,” ujar Joko Raharjo.
Ia juga menambahkan, bahwa Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang optimal, serta implementasi Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini bisnis Perseroan.









