Ini Alasan Tema Kematian Dipilih dalam Film 'Omnibus Mortemus'

Ini Alasan Tema Kematian Dipilih dalam Film 'Omnibus Mortemus'

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 17 Mei 2026 - 18:17
share

Founder MondiBlanc Film Workshop, Nosa Nurmanda mengungkapkan alasan dibalik tema besar “Kematian” dalam antologi film pendek bertajuk “Omnibus Mortemus” yang tayang perdana hari ini di Griya Tapa Pasar Minggu Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Nosa mengatakan bahwa alasan dibalik pengambilan tema kematian ini karena tren kematian tahun ini yang tengah banyak terjadi. Apalagi, psikologis masyarakat dalam dua tahun terakhir dinilai penuh dengan kelelahan emosional dengan berbagai polemik yang terjadi. Hal itu akhirnya tercermin dan diras oleh para penulis serta pembuat film dalam Omnibus Mortemus.

"Karena tahun ini trennya ke situ arahnya. Anak-anaknya ke situ arahnya. Mungkin juga tahun ini karena tahun lalu ada Indonesia gelap lah, apalah kayaknya semua orang tuh capek tahun ini. Dua tahun terakhir ini orang tuh capek gitu," kata Nosa saat diwawancarai, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga : Omnibus Mortemus Resmi Tayang, Angkat Tema Kematian Lewat 5 Film Pendek Berbeda Genre

Berbagai macam hal tersebut akhirnya membuat para penulis MondiBlanc Film Workshop memilih sudut pandang ke arah isu-isu yang kelam dan marginal, mulai dari persoalan kesejahteraan hingga mandeknya penegakan hak asasi manusia. Hingga akhirnya, sisi paling gelap dan akhir dari semua yaitu “Kematian” menjadi tema besar. Bahkan, lima film yang ada dalam Omnibus Mortemus semuanya menampilkan momen kematian meski dibalut dengan berbagai genre dari mulai dokumenter, konspirasi, komedi, fiksi sains distopia dan lain sebagainya.

"Jadi tren yang keluar dari anak-anak penulis, arahnya ke situ. Ke kemiskinan, masa depan yang sangat-sangat gelap, tidak ada matahari di masa depan gitu. Atau tentang HAM kita yang enggak pernah diurus," ucap dia.

Kendati demikian, antologi film "Omnibus Mortemus" tidak sepenuhnya monoton atau meratap. Tetapi juga lengkap dengan latar cerita yang beragam dengan mengangkat berbagai isu sosial yang terjadi di Indonesia. Seperti pemerintahan, politik, ekonomi bahkan keluarga.

Baca Juga : Film 'Keluarga Suami Adalah Hama' Angkat Konflik Mertua yang Relate dengan Pasangan Muda

"Jadi semua orang tahun ini tuh trennya ke distopia, ke putus asa gitu. Tapi di situ kita juga bermain ya dengan komedi, dengan macam-macam gitu. Aku rasa itu sih yang mesti dilihat jiwa apa yang ada tahun 2025 dan 2026. ya akan muncul dalam setiap seniman-senimannya gitu," pungkas Nosa.

Omnibus Mortemus sendiri merupakan deretan film pendek yang dihasilkan dari karya-karya peserta workshop MondiBlanc Film dengan tangan-tangan otodidak, kolaborasi dan profesionalitas. Berangkat dari keresahan mendalam atas realitas sosial yang ada, Omnibus Mortemus menonjolkan tema besar mereka tentang “Kematian”.

Ada lima film di dalamnya, diantaranya yaitu Jakarta Sunless, Saksi Kunci, Bapak-Bapak Tidak Bercerita, Suara Ayah dan Amateur’s Love. Penayangan Omnibus Mortemus berikutnya bakal direncanakan secara road show di beberapa kota besar di Indonesia seperti wilayah Jabodetabek, Bandung dan juga akan ditutup dengan penayangan di Minikino Film Week Festival di Bali pada bulan Juli mendatang.

Topik Menarik