Bukan BYD dan Chery, Inilah Mobil Presiden China saat Jemput Trump
Presiden China, Xi Jinping, menggunakan mobil kepresidenan khusus dari merek mobil mewah dalam negeri, Hongqi saat menjemput Presiden AS Donald Trump.
Ia biasanya menggunakan limusin lapis baja Hongqi N701 atau sedan ultra-mewah Hongqi L5 dalam berbagai kegiatan kenegaraan di dalam maupun luar.
Di tengah rivalitas panas antara Washington dan Beijing dalam perang dagang, teknologi, hingga persaingan kekuatan militer global, kendaraan buatan China justru tampil mengawal presiden negara rival utamanya sendiri.Secara teknis, SUV itu diduga merupakan versi modifikasi dari platform SUV premium generasi terbaru Hongqi. Bagian atap dibuat jauh lebih tinggi dibanding SUV normal untuk mengakomodasi perangkat keamanan tambahan berukuran besar.
Berdasarkan analisis TWZ, konfigurasi tersebut kemungkinan membawa sistem komunikasi terenkripsi, perangkat peperangan elektronik, jammer anti-drone, hingga sistem satelit untuk mendukung keamanan presiden dalam situasi ancaman modern.
Kendaraan tersebut juga tampak membawa bobot sangat berat. Bagian belakang SUV terlihat lebih rendah, mengindikasikan adanya perangkat elektronik dan sistem keamanan tambahan di dalamnya.Pada sisi belakang kendaraan bahkan terlihat modul tambahan yang diduga berkaitan dengan sistem tenaga atau perangkat operasional khusus. Konfigurasi seperti ini lazim digunakan dalam kendaraan pengamanan tingkat tinggi untuk kepala negara dan operasi VVIP.
Yang membuat kemunculan Hongqi semakin menarik adalah konteks geopolitiknya. Selama puluhan tahun, pengawalan Presiden Amerika Serikat identik dengan kendaraan buatan AS seperti Cadillac, Chevrolet Suburban, atau Ford berbasis militer.
Namun kali ini, kendaraan China justru tampil dominan dalam sistem pengamanan presiden Amerika di Beijing. Momen tersebut dipandang sebagai simbol besar perubahan lanskap teknologi global: China tidak lagi hanya menjadi basis manufaktur murah dunia, tetapi mulai menunjukkan kemampuan teknologi otomotif dan keamanan strategisnya langsung di hadapan rival geopolitik utamanya.
Hongqi sendiri merupakan merek otomotif mewah tertua di China yang berdiri sejak 1958 di bawah naungan First Automobile Works (FAW). Nama “Hongqi” yang berarti “Bendera Merah” selama puluhan tahun identik dengan kendaraan resmi negara dan simbol prestise politik Beijing.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hongqi berkembang agresif sebagai simbol kebangkitan industri otomotif premium China melalui pengembangan kendaraan listrik, peningkatan kualitas manufaktur, serta desain modern yang diperkuat lewat perekrutan mantan desainer Rolls-Royce, Giles Taylor.Bagi Presiden Xi Jinping, Hongqi bukan sekadar merek otomotif, melainkan simbol nasionalisme, prestise negara, dan kebangkitan industri China di panggung global. Nama “Hongqi” yang berarti “Bendera Merah” memiliki makna politik yang sangat kuat karena lahir pada 1958 sebagai kendaraan resmi negara di bawah naungan First Automobile Works (FAW), perusahaan otomotif pertama milik pemerintah China.
Sejak era Mao Zedong, Hongqi telah digunakan untuk mengangkut para pemimpin tertinggi Partai Komunis China dan menjadi bagian penting dalam parade kenegaraan Beijing.
Pada masa Mao, Hongqi diposisikan sebagai simbol kemandirian industri nasional China di tengah persaingan ideologi global era Perang Dingin. Ketika negara-negara Barat mendominasi industri otomotif dunia melalui merek seperti Cadillac, Mercedes-Benz, atau Rolls-Royce, Beijing ingin menunjukkan bahwa China juga mampu memproduksi kendaraan elite untuk pemimpin negaranya sendiri.
Karena itu, Hongqi kerap disebut sebagai “Cadillac versi China”, bukan hanya karena status kemewahannya, tetapi juga karena perannya sebagai kendaraan simbol negara.
Di era Xi Jinping, posisi Hongqi justru semakin strategis. Xi menjadikan Hongqi sebagai bagian dari narasi besar “kebangkitan China” atau Chinese Dream, yakni ambisi Beijing untuk kembali menjadi kekuatan global utama dalam ekonomi, teknologi, dan militer.



