Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi

Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi

Berita Utama | sindonews | Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:00
share

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan kerja sama strategis Indonesia–Belarus di sektor pangan, energi, dan industri dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin di Minsk. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus yang menitikberatkan pada perluasan kemitraan ekonomi kedua negara.

"Indonesia juga siap menyambut kunjungan delegasi bisnis Belarus ke Indonesia pada rangkaian kunjungan Presiden Belarus," ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga:Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk optimalisasi pemanfaatan perjanjian Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025. Belarus dinilai menjadi pintu masuk strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar di kawasan Eurasia.

Airlangga juga menyampaikan kesiapan Indonesia menyambut rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada awal Juli 2026. Sejumlah agenda prioritas, termasuk penyelesaian roadmap kerja sama bilateral, tengah dipersiapkan untuk memperkuat implementasi kemitraan kedua negara.

Belarus memiliki peran penting dalam mendukung agenda industrialisasi dan ketahanan pangan Indonesia. Negara tersebut memiliki basis manufaktur kuat dengan kontribusi sekitar 20,3 terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2024, serta keunggulan dalam pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian modern.

Dengan tingkat swasembada pangan yang mencapai sekitar 96, pengalaman Belarus di sektor pertanian dinilai relevan untuk mendukung modernisasi pertanian Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:Ekonomi RI 5,61 Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran

Perdana Menteri Belarus Alexander Turchin menegaskan komitmen negaranya untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Indonesia, termasuk mendukung pembukaan Kedutaan Besar RI di Minsk guna memperlancar komunikasi dan kerja sama bilateral.

Pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi jangka panjang dalam menghadapi dinamika global, sekaligus membuka peluang baru di sektor energi, industri, dan perdagangan yang lebih inklusif serta saling menguntungkan.

Topik Menarik