Hengkang dari OPEC, UEA Gandakan Kapasitas Ekspor Minyak di 2027

Hengkang dari OPEC, UEA Gandakan Kapasitas Ekspor Minyak di 2027

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 21:12
share

Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan pipa minyak kedua sebagai jalur alternatif ekspor energi di luar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Teluk. Proyek strategis tersebut ditargetkan mulai beroperasi di 2027 dan diperkirakan mampu menggandakan kapasitas ekspor minyak UEA.

"Perusahaan minyak negara diminta mempercepat proyek strategis ini agar pipa baru dapat mulai mengalirkan minyak menuju pelabuhan Fujairah pada 2027," demikian arahan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan sebagaimana dilaporkan The Telegraph, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga:Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Urals Rusia Cetak Rekor Tertinggi sejak 2023

Pemerintah UEA menyebut proyek yang sebelumnya tidak dipublikasikan itu menjadi respons atas krisis berkepanjangan di Selat Hormuz yang kini memasuki pekan ke-11. Jalur pelayaran strategis tersebut sebelumnya dilalui sekitar 20 perdagangan minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik Iran memicu gangguan distribusi energi global.

Pipa baru itu akan melengkapi jalur Habshan–Fujairah yang saat ini memiliki kapasitas hingga 1,8 juta barel per hari (bph) menuju pelabuhan Fujairah di Teluk Oman. Dengan tambahan infrastruktur tersebut, kapasitas ekspor minyak UEA diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 3,6 juta bph.

Selama konflik berlangsung, jalur pipa Habshan–Fujairah menjadi andalan UEA untuk menjaga kelancaran ekspor minyak setelah Iran memblokir kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Saat ini hanya UEA dan Arab Saudi yang memiliki jalur pipa ekspor minyak di luar Selat Hormuz. Langkah percepatan pembangunan pipa kedua juga dinilai berkaitan erat dengan keputusan UEA keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) setelah menjadi anggota selama 60 tahun.

Baca Juga:Trump Habis Kesabaran, tapi Militer Iran Janji Lawan AS hingga Tetes Darah Terakhir

Keputusan hengkang dari OPEC diperkirakan memberi ruang lebih besar bagi UEA untuk meningkatkan produksi minyak di atas kuota organisasi setelah konflik mereda. Dengan tambahan jalur ekspor baru, UEA dinilai dapat tetap menjalankan strategi ekspansi energi meskipun gangguan distribusi di Selat Hormuz berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Di sisi lain, keluarnya UEA dari OPEC memperlihatkan meningkatnya perbedaan pandangan dengan Arab Saudi yang selama ini cenderung mempertahankan pembatasan produksi demi menjaga harga minyak tetap tinggi. Hingga kini pemerintah UEA belum mengungkapkan nilai investasi maupun kapasitas final proyek pipa minyak baru tersebut.

Topik Menarik