Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?

Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?

Teknologi | sindonews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 18:24
share

Elon Musk, Tim Cook, Jensen Huang, dan sejumlah CEO lainnya hadir selama kunjungan Presiden Donald Trump ke China.

Lebih dari selusin pemimpin bisnis Amerika mendampingi Presiden Donald Trump dalam kunjungan kenegaraannya ke China, di mana ia bertemu dengan Presiden Xi Jinping untuk membahas perdagangan, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).

Setibanya di Beijing, Trump memperkenalkan delegasi bisnis tersebut sebagai "perwakilan terkemuka dari komunitas bisnis Amerika," sambil menekankan bahwa mereka "menghormati dan menghargai China."

Sebagai tanggapan, Xi mengatakan perusahaan-perusahaan Amerika akan memiliki "prospek yang lebih luas" di pasar Tiongkok dan menyambut baik kerja sama yang "saling menguntungkan".

Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok selama bertahun-tahun. Setelah kenaikan tarif timbal balik yang melebihi 100 sejak tahun lalu, kedua pihak kini berupaya memperpanjang gencatan senjata tarif dan melanjutkan komitmen terkait ekspor logam tanah jarang.

Delegasi CEO yang mendampingi Trump termasuk banyak tokoh berpengaruh dari dunia teknologi dan keuangan Amerika, termasuk Elon Musk dan Tim Cook.CEO Nvidia, Jensen Huang, bergabung di menit-menit terakhir dan naik pesawat bersama Trump saat transit di Alaska. Turut hadir pula perwakilan dari Meta, Visa, Cisco, Qualcomm, Micron, dan Boeing. Para pemimpin bisnis Amerika, termasuk Tim Cook dari Apple (kiri) dan Jensen Huang dari Nvidia (kedua dari kiri), tiba di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei untuk menghadiri pertemuan denganPerdana MenteriLi Qiang. Foto: China DailyBagi banyak CEO Amerika, China tetap menjadi pasar strategis meskipun ada ketegangangeopolitik.

Musk berupaya memperluas operasi Tesla di China. Laporan media sebelumnya mengindikasikan bahwa Tesla ingin membeli peralatan manufaktur panel surya senilai sekitar 2,9 miliar dolar AS dari pemasok China.

Sementara itu, Musk juga sedang menunggu persetujuan dari regulator Tiongkok untuk memperluas sistem bantuan mengemudi otomatis sepenuhnya.

Saat ini, Tiongkok merupakan salah satu pasar terbesar Tesla, dan Gigafactory di Shanghai adalah pusat ekspor global terpenting perusahaan tersebut.

Dalam empat bulan pertama tahun 2026, Tesla menjual hampir 293.000 kendaraan dari pabrik ini, meningkat lebih dari 26 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Sementara itu, Apple tetap sangat bergantung pada kemampuan manufaktur Tiongkok. Sekitar 80 iPhone yang dijual di AS diproduksi di Tiongkok, meskipun Apple telah memindahkan sebagian jalur produksinya ke India untuk mengurangi dampak tarif.

Bagi Nvidia, perjalanan ini sangat penting karena perusahaan tersebut berupaya untuk melanjutkan penjualan chip AI H200-nya ke Tiongkok. Sebelum Washington memperketat kontrol ekspor, Nvidia memegang sekitar 95 pangsa pasar chip AI kelas atas di Tiongkok.

Jensen Huang telah berulang kali menekankan bahwa pasar AI Tiongkok dapat mencapai nilai 50 miliar dolar AS tahun ini.

Selain teknologi, industri penerbangan juga memiliki harapan yang tinggi. Bloomberg melaporkan bahwa China sedang mempertimbangkan untuk membeli sekitar 500 pesawat Boeing 737 Max, bersama dengan ratusan pesawat berbadan lebar 787 Dreamliner dan 777X.

CEO Kelly Ortberg mengatakan dia yakin kesepakatan antara Trump dan Xi akan "mencakup pesanan pesawat terbang."Menurut para analis, Trump ingin menggunakan kunjungan ini untuk menunjukkan bahwa ia dapat membuka pasar Tiongkok bagi bisnis Amerika, sehingga meraih dukungan dari para pemilih menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November.

Pakar strategi Tiongkok, Andrew Leung, meyakini bahwa kedatangan para CEO papan atas menunjukkan bahwa Trump perlu mengembalikan "komitmen terhadap akses pasar dan investasi" untuk memperkuat posisi politiknya di dalam negeri.

Sebagai imbalannya, Beijing diharapkan akan mendorong AS untuk melonggarkan tarif, mengurangi pembatasan terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok, dan memperluas akses ke teknologi semikonduktor canggih.

Topik Menarik