Kisah Menakjubkan Tentang Sebuah Sumur Kuno di Shanghai
Sebuah sumur di Shanghai mengeluarkan suara yang mendorong tim arkeolog untuk melakukan penelitian, dan akhirnya mengungkap rahasia tersembunyinya.
Sumur memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Tiongkok kuno.
Di era sebelum sistem penyediaan air modern, orang-orang hanya memiliki sedikit cara untuk mendapatkan air – baik dengan membawanya di pundak, berjalan ke sungai, atau hanya mengandalkan sumur terdekat.
Saat ini, para arkeolog sering menggunakan distribusi, struktur, dan desain sumur ketika menggali situs kuno untuk menentukan usia dan skala situs tersebut, sehingga menyoroti pentingnya sumur.Di Kota Baihe, Distrik Qingfu, Shanghai (Tiongkok), terletak situs Kota Qinglong yang memiliki nilai sejarah penting, yang berasal dari periode Tianbao Dinasti Tang.
Pemerintah setempat telah melakukan penggalian arkeologi sistematis di area Kota Qinglong. Selama penggalian, para peneliti secara tak terduga menemukan sebuah sumur kuno yang berasal dari Dinasti Song, yang seluruhnya terbuat dari batu bata dan batu. Setelah dibersihkan, air sumur kembali menyembur keluar, menghantam dinding batu yang tersusun rapi, menciptakan suara yang jernih dan merdu, seolah waktu sedang membisikkan sebuah lagu.Suara yang menyenangkan ini bahkan dapat terdengar dari jauh. Sumur yang indah ini membuat para arkeolog menyimpulkan bahwa daerah ini dulunya pasti merupakan tempat yang makmur, dan bahkan mungkin menyimpan banyak peninggalan budaya penting.
Dengan harapan tersebut, para ahli mengintensifkan penggalian di daerah kota Thanh Long dan akhirnya menemukan reruntuhan istana bawah tanah tidak jauh dari sumur kuno tersebut.
Setelah memasuki istana bawah tanah, para ahli tidak hanya menemukan puluhan ribu koin kuno dari dinasti Han hingga Song, tetapi juga secara tak terduga menemukan artefak yang sangat berharga—sebuah peti harta karun. Di luar peti harta karun, dua stupa Ashoka berdiri tegak, seolah diam-diam menjaga harta karun zaman ini. Peti harta karun itu terdiri dari empat lapisan: lapisan terluar adalah kotak kayu berukir indah, diikuti oleh kotak besi, kotak kayu berlapis emas, dan kotak perak.
Bagian bawah kotak perak terdalam ditutupi dengan lapisan batu permata yang megah, bersama dengan rosario kristal, kura-kura perak, dan persembahan lainnya, setiap detailnya menunjukkan keahlian dan pengabdian luar biasa dari orang-orang zaman dahulu.






