Menpar Widiyanti Pamer Sumbangan Sektor Pariwisata ke Pertumbuhan Ekonomi, Sebesar Apa?

Menpar Widiyanti Pamer Sumbangan Sektor Pariwisata ke Pertumbuhan Ekonomi, Sebesar Apa?

Ekonomi | sindonews | Senin, 11 Mei 2026 - 08:31
share

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana memaparkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan asing pada Maret 2026 menyentuh angka 1,09 juta. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 10,50 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 984.769 kunjungan.

Pada Triwulan I Tahun 2026, sektor pariwisata disebutkan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi di bidang pariwisata yang berkorelasi langsung dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara serta frekuensi perjalanan wisatawan domestik.

Jika dilihat secara year-to-date untuk periode Januari hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pun mengalami peningkatan sebesar 8,62 dibanding tahun 2025.

Baca Juga: Target 17 Juta Wisman di Tengah Krisis Global, Menpar: Pariwisata Harus Adaptif!

Guna menyiasati potensi penurunan kunjungan akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah, Indonesia mengandalkan strategi pariwisata yang adaptif. Pendekatan ini membuahkan hasil positif, terlihat dari lonjakan wisatawan mancanegara asal Oseania yang melesat 19,32, disusul Asia Tenggara dengan pertumbuhan 18,84, serta wilayah Asia lainnya sebesar 8,03 pada Maret 2026 secara tahunan.

Di sisi lain, BPS juga melaporkan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan (Average Spending per Arrival/ASPA) pada Triwulan I 2026 berada di angka 1.345,61 dolar AS, atau sekitar Rp22,87 juta (dengan kurs Rp16.992 per dolar AS pada 31 Maret 2026). Capaian ini tergolong signifikan karena tumbuh 5,36 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kementerian Pariwisata akan konsisten melakukan pengembangan produk serta paket wisata yang relevan. Langkah ini diambil untuk mendorong pariwisata berkualitas yang memberikan dampak menguntungkan bagi ekonomi, sosial budaya, hingga pelestarian lingkungan," ujar Menpar Widiyanti dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5/2026).

Beralih ke sektor domestik, jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Maret 2026 tercatat mencapai 126,34 juta, melonjak 42,10 dibandingkan Maret 2025. Kenaikan ini dipicu oleh libur panjang Nyepi dan Idul Fitri di bulan tersebut, yang dibarengi dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

Secara akumulatif pada kuartal pertama tahun 2026, perjalanan wisatawan lokal naik 13,14 menjadi 319,51 juta perjalanan. Kementerian Pariwisata turut mencermati tren perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri. Tercatat ada 793.158 perjalanan wisatawan nasional selama Maret 2026, yang meningkat 36,26 dibandingkan Maret 2025; angka ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh periode libur hari raya.

Baca Juga: Profil Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Terkaya Prabowo Berharta Rp5,4 Triliun

Kendati demikian, arus kunjungan wisatawan asing baik pada Maret 2026 maupun akumulasi kuartal pertama masih lebih besar dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode serupa di 2025.

Tercatat surplus 0,30 juta kunjungan pada Maret 2026, dan surplus 0,94 juta kunjungan untuk periode Januari–Maret 2026. Situasi ini memberikan kontribusi positif terhadap net devisa sektor pariwisata Indonesia.

Secara makro, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh solid sebesar 5,61 (year-on-year). Momentum ini ditopang oleh kinerja lapangan usaha pendukung pariwisata, yakni sektor akomodasi serta makan minum yang tumbuh 13,14 (kontribusi Rp172,7 triliun).

Jasa lainnya yang tumbuh 9,91 (kontribusi Rp136,4 triliun), sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,04 (kontribusi Rp378,3 triliun), serta jasa perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan 4,91 (kontribusi Rp122 triliun).

"Capaian pada Triwulan I ini menjadi bukti ketangguhan industri pariwisata kita serta tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap destinasi wisata di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional," tukas Menpar Widiyanti.

Topik Menarik