Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini

Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 11 Mei 2026 - 07:14
share

Dokter umum yang sering membagikan edukasi kesehatan di media sosial, Adam Prabata menyoroti soal meningkatnya kasus kanker usus besar pada usia muda. Hal tersebut ia bahas melalui cuitan di akun X @AdamPrabata pada Sabtu (9/5/2026).

Dalam cuitannya, dr. Adam mengungkap bahwa kanker usus besar yang dulu identik sebagai penyakit usia lanjut kini justru mulai banyak ditemukan pada usia muda. Bahkan pada tahun 2030 mendatang, diperkirakan 11 persen kasus kanker kolon dan 23 persen kanker rektum terjadi pada usia di bawah 50 tahun.

“Kanker usus besar itu sekarang mulai banyak ditemukan pada usia muda,” tulisnya.

Baca Juga :Ini 4 Makanan Pencegah Kanker Usus Besar, Mudah Ditemui Sehari-hari

Menurut dr. Adam, kasus ini biasanya terjadi karena faktor genetik. Namun pada pasien muda, justru tidak memiliki faktor keturunan sama sekali.“50 persen sisanya tidak punya faktor genetik maupun riwayat keluarga sama sekali,” jelasnya.

Ia menduga bahwa pola hidup lah yang menjadi faktor utama penuebab kasus kanker usus besar di usia muda. Beberapa di antaranya seperti obesitas, sindrom metabolik, hingga kurang aktivitas fisik disebut dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Tak hanya itu, dr. Adam juga membahas gejala kanker usus besar yang sering dianggap sepele oleh masyarakat. Mulai dari diare, sembelit, nyeri perut, hingga BAB berdarah sering kali dianggap hanya gangguan pencernaan biasa atau ambeien.

Baca Juga : Kanker Usus Mulai Menyerang Usia di Bawah 50 Tahun, Dipicu Pola Makan dan Gaya Hidup

“Kebanyakan gejalanya dianggap sepele,” tulisnya.Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang berlangsung selama beberapa minggu, apa pun usianya. Jika mengalami gejala yang disebutkan, maka disarankan untuk segera berobat ke dokter.

Pasalnya, semakin cepat kanker usus besar terdeteksi, maka peluang kesembuhan pasien juga semakin besar.

“Segera berobat dan dievaluasi ke dokter,” ujarnya.

Topik Menarik