Oscar 2027 Memperketat Pembatasan Penggunaan AI untuk Pembuatan Film

Oscar 2027 Memperketat Pembatasan Penggunaan AI untuk Pembuatan Film

Teknologi | sindonews | Minggu, 10 Mei 2026 - 08:24
share

Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), organisasi di balik penghargaan Oscar yang bergengsi, baru saja mengumumkan peraturan baru terkait kecerdasan buatan (AI) untuk musim penghargaan mendatang.

Secara khusus, organisasi ini berfokus pada penanganan isu-isu terkait penggunaan kecerdasan buatan generatif (GenAI) dalam industri film.

Menurut pengumuman AMPAS pada 1 Mei, hanya penampilan yang dikonfirmasi dilakukan oleh manusia dan secara sah dicantumkan dalam kredit film yang memenuhi syarat untuk dipertimbangkan dalam Oscar.

Akademi juga menyatakan bahwa skenario harus ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat untuk penghargaan tersebut.

Para ahli percaya bahwa AI secara bertahap mengubah proses pembuatan film. Foto: AI di Hollywood

AMPAS menyatakan bahwa AI tidak akan dilarang di Oscar 2027, tetapi menegaskan bahwa mereka berhak meminta perusahaan produksi untuk memberikan informasi yang lebih rinci tentang penggunaan AI dalam sebuah film, serta memverifikasi kepemilikan karya oleh manusia.Perubahan ini mencerminkan pendekatan proaktif dari organisasi film terbesar di dunia dalam menghadapi gelombang teknologi yang melanda Hollywood, dengan tujuan untuk memastikan bahwa penghargaan paling bergengsi di industri ini terus menghargai upaya kreatif manusia yang sejati.

Langkah-langkah baru dari AMPAS ini muncul di tengah maraknya perkembangan teknologi kecerdasan buatan di industri film. Perkembangan pesat model video baru membuat banyak pembuat film merasa putus asa tentang masa depan profesi mereka.

Faktanya, kecerdasan buatan sudah menjadi salah satu isu utama yang menyebabkan pemogokan besar-besaran oleh aktor dan penulis skenario pada tahun 2023.

Di luar film, di luar Hollywood, setidaknya satu novel ditarik kembali oleh penerbitnya karena dicurigai menggunakan AI, sementara kelompok penulis lain juga mengklaim bahwa penggunaan teknologi ini akan mendiskualifikasi karya mereka dari penghargaan sastra.

Regulasi baru dari Akademi ini diharapkan dapat menciptakan penghalang perlindungan yang kuat bagi nilai kreatif murni manusia terhadap pengaruh mesin yang sangat besar.

Topik Menarik