Fahri Bachmid Soroti Algoritma dan Teknologi Digital saat LK II HMI Kota Bogor 2026

Fahri Bachmid Soroti Algoritma dan Teknologi Digital saat LK II HMI Kota Bogor 2026

Nasional | sindonews | Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:55
share

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia Fahri Bachmid menjadi narasumber pada kegiatan Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor tahun 2026. Fahri membawakan materi bertajuk “Supremasi Hukum di Era Algoritma: Menjaga Keadilan di Balik Layar.”

Materi itu membahas berbagai tantangan supremasi hukum, demokrasi, dan ketatanegaraan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin masif. Dia menyoroti pengaruh algoritma dan perkembangan teknologi terhadap kehidupan hukum dan demokrasi modern.

Baca juga: Ketua Umum HMI Cabang Bogor Pertanyakan Mandeknya Eksekusi Silfester Matutina

Menurut dia, perkembangan teknologi saat ini tidak hanya mengubah pola komunikasi masyarakat, tetapi juga memengaruhi pembentukan opini publik, perilaku sosial, hingga proses demokrasi.

Era digital menghadirkan tantangan baru terhadap penegakan hukum, terutama terkait penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, perlindungan data pribadi, serta dominasi ruang digital oleh kepentingan tertentu.“Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi hukum tidak boleh kehilangan orientasi keadilan dan kemanusiaannya. Supremasi hukum harus tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga demokrasi dan hak-hak masyarakat,” ujar Fahri.

Selain membahas supremasi hukum di era digital, dia juga menyinggung arah kepemimpinan dan tata kelola negara di masa depan. Indonesia perlu mulai membangun imajinasi besar mengenai model kepemimpinan nasional yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan kompetensi.

Dia kemudian mencontohkan bagaimana beberapa negara mulai memperlihatkan pola kepemimpinan berbasis keilmuan dan riset. “Kita melihat bagaimana Iran dipimpin oleh para sainstokrat, di mana negara dijalankan oleh para ilmuwan. Kita harus mulai mengimajinasi bahwa ke depan negara ini bisa dipimpin oleh orang-orang yang memiliki basis ilmu pengetahuan, riset, dan kapasitas intelektual yang kuat,” ungkapnya.

Generasi muda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam mempersiapkan arah masa depan bangsa tersebut. Kader mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada aktivitas politik praktis, tetapi juga harus memperkuat tradisi intelektual, budaya riset, dan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Mahasiswa harus menjadi kelompok intelektual yang mampu membaca zaman dan menghadirkan gagasan untuk masa depan bangsa. Negara ini membutuhkan pemimpin yang bukan hanya populer secara politik, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan dan integritas,” ucapnya.Fahri yang merupakan Alumni HMI Cabang Makassar Botolempangan tahun 1999 ini menegaskan bahwa algoritma media sosial saat ini memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat menerima dan memahami informasi. Karena itu, generasi muda, khususnya mahasiswa dan kader HMI dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis dan kesadaran hukum yang kuat.

Perkembangan teknologi tanpa diimbangi etika dan kesadaran hukum dapat menimbulkan polarisasi sosial, disinformasi, hingga melemahnya kualitas demokrasi. “Di era algoritma hari ini, masyarakat sering merasa bebas menentukan pilihan, padahal ruang pikir dan informasi yang diterima sangat dipengaruhi oleh sistem digital yang bekerja di balik layar,” katanya.

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor Moeltazam mengapresiasi kehadiran Fahri Bachmid di tengah kesibukannya sebagai seorang advokat dalam kegiatan tersebut. Dia berharap seluruh rangkaian Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Kota Bogor 2026 dapat berjalan lancar hingga selesai dan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kesadaran kebangsaan yang kuat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Fahri Bachmid yang telah hadir dan memberikan pemikiran penting dan konstruktif terkait dinamika ketatanegaraan serta berbagai aspek keilmuan hukum kontemporer saat ini kepada peserta Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Kota Bogor 2026,” ujar Moeltazam.

Topik Menarik