Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Gerakan Dapur Indonesia menggelar konsolidasi nasional. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengatasi stunting, berdayakan UMKM hingga meningkatkan roda perekonomian masyarakat Indonesia.
Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Heikal Safar mengatakan, tujuan konsolidasi ini adalah untuk pengembangan usaha Gerakan Dapur Indonesia di Tanah Air yang melibatkan seluruh pemilik dapur MBG, dapur perhotelan, dapur restoran, hingga dapur ibu rumah tangga.
"Konsolidasi ini untuk menyukseskan dapur-dapur di seluruh Tanah Air dan mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat Indonesia, " ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
Nofalia menegaskan, poin penting konsolidasi ini adalah memastikan seluruh pemilik dapur yang tergabung dalam wadah Gerakan Dapur Indonesia berkomitmen mendukung dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. "Gerakan Dapur Indonesia sejalan dengan program Presiden Prabowo yang bertujuan memperluas gerakan pemilik dapur MBG di seluruh Indonesia guna mengatasi stunting, meningkatkan prestasi belajar, menggerakkan ekonomi lokal, dan memberdayakan UMKM," ucapnya.
Lihat video: Perkuat Pengawasan MBG, BGN dan Kejagung Luncurkan "Jaga Dapur MBG"
Nofalia yang memiliki beberapa titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPT) seperti di Jatiasih, Bekasi berkomitmen dan bertanggung jawab memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi Program MBG bagi siswa sekolah, ibu hamil, dan balita."Kami melakukan kunjungan kerja ke Turki serta keberbagai daerah di Canton Fair, Guangdong, Beijing, Shanghai, Hong Kong dan Macau China untuk mempelajari inovasi dapur bergizi dan mengekspor kuliner Indonesia," ucapnya.
Untuk mencegah keracunan makanan Nofalia menggandeng BPOM untuk memastikan standar kualitas dan keamanan makanan di setiap dapur MBG.
"Program MBG ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif," katanya. Kegiatan konsolidasi nasional ini mendapat dukungan dari sejumlah artis dan komedian seperti Opie Kumis, Azis Gagap, Madid, Mastur, Yadi Sembako, Caisar YKS, dan Udin Ojol.
Termasuk dari Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Kepala Staf Presiden Jenderal Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Presiden Muhammad Qodari, Kepala BPJPH Haikal Hassan.










