Daftar Saham Paling Menguat Tajam Pekan Ini saat IHSG Mendadak Ambruk ke 6.969
Sejumlah saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan selama sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 4-8 Mei 2026. Meski ambruk 2,86 di akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sepekan masih naik sebesar 0,18 ke level 6.969,396.
Adapun saham yang tercatat mengalami penguatan paling tajam pada perdagangan pekan ini antara lain, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menguat 58,24 dari 4.710 posisi pekan lalu, menjadi 7.500 pada penutupan pekan ini.
Posisi berikutnya diikut oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang menguat 57,24 dari posisi pekan sebelumnya 290 menjadi 456 pada penutupan pekan ini. Disusul PT Hetzer Medical Indonesia (MEDS) menguat 51,95 dari harga 77 menjadi 117 pada pekan ini.
Baca Juga: IHSG Ditutup Ambles 2,86 dengan Transaksi Sentuh Rp35,9 Triliun, Ada 607 Saham MemerahPT Equity Development Investment (GMSF) juga mengalami penguatan sebesar 41 dari posisi sebelumnya di level 100 menjadi 141 pada penutupan pekan ini. PT Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) menguat 39,15, dari harga 2.580 pada pekan lalu menjadi 3.590 pada pekan ini.
Emiten lain yang juga tercatat mengalami penguatan seperti NIKL menguat 32,23 ke level 400, CTTH menguat 32,89 ke level 202, KAEF menguat 32,85 ke 653, dan IRRA meningkat 32,12 menjadi 510.Baca Juga: IHSG Sepekan Merayap Tipis 0,18, Kapitalisasi Pasar BEI Sentuh Rp12.406 TriliunSecara keseluruhan, aktivitas perdagangan di BEI sepanjang pekan menunjukkan peningkatan. Rata-rata nilai transaksi harian naik 26,14 menjadi Rp23,05 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 23,57 menjadi 45,85 miliar saham.
Total volume perdagangan saham selama sepekan tercatat mencapai 229,29 miliar saham dengan nilai transaksi Rp115,27 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 12,73 juta kali transaksi.
Dari sisi pergerakan saham, BEI mencatat sebanyak 197 saham naik lebih dari 2, sedangkan 112 saham menguat di kisaran 0–2 persen. Sementara itu, 341 saham terkoreksi melebihi 2 dan 141 saham melemah di rentang 0–2.










