Bahlil di KTT ASEAN: Kondisi Energi Global Tak Menentu, Beruntung Indonesia Punya Banyak Sumber
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini kondisi atau pasokan energi negara di kawasan ASEAN mampu resilien di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Diversifikasi energi menjadi penentu bagaimana kawasan Asia Tenggara bisa tetap menjadi pemain kunci sektor energi melalui pemanfaatan sumber daya yang tidak semua kawasan memilikinya.
Mendampingi Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina pada awal Mei ini, Bahlil menegaskan bahwa stabilitas energi nasional tetap terjaga melalui langkah-langkah diversifikasi energi.
"Kondisi energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi, agar ketika satu sumber energi sulit didapat, kita masih punya sumber energi yang lain. Beruntung Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif selain fosil, yang juga berperan strategis pada upaya ketahanan energi," ujar Bahlil di sela-sela pertemuan puncak KTT ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5) waktu setempat dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai
Bahlil menjelaskan bahwa pertemuan kali ini dilakukan untuk memastikan ketahanan dan resiliensi energi di kawasan ASEAN, melalui upaya-upaya diversifikasi energi, yang menjadi salah satu kunci menghadapi krisis energi yang tengah melanda dunia global saat ini.
Dia menitikberatkan Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah, dan pemerintah telah memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif sebagai upaya mencapai ketahanan dan kemandirian energi.
Semisal contoh pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt, mandatori biodiesel yang akan segera ditingkatkan menjadi 50, hingga peningkatan penggunaan kendaraan listrik, menjadi langkah-langkah utama prioritas Pemerintah.
Baca Juga: Bahlil Blak-blakan Negosiasi Pembelian LPG dari Rusia Masih Alot
Dalam forum ini, Indonesia menegaskan komitmen untuk turut memperkuat ketahanan energi kawasan, sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Indonesia pun mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam membangun arsitektur energi kawasan yang lebih tangguh menghadapi dinamika global.










