Snapdragon 6 Gen 5 Resmi Hadir: Standar Baru AI untuk Ponsel Harga 4 Jutaan

Snapdragon 6 Gen 5 Resmi Hadir: Standar Baru AI untuk Ponsel Harga 4 Jutaan

Teknologi | sindonews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 16:16
share

Qualcomm baru saja merombak peta persaingan ponsel kelas menengah dan entri dengan meluncurkan Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5 Mobile Platform. Langkah ini merupakan jawaban langsung atas dominasi MediaTek yang agresif di segmen volume besar. Di tahun 2026, Qualcomm tidak lagi hanya mengandalkan performa mentah, melainkan fokus pada integrasi AI lokal (on-device AI) yang sebelumnya hanya tersedia di seri 8.

Snapdragon 6 Gen 5: Mesin AI di Kelas Menengah

Chipset ini diproduksi dengan fabrikasi 4nm yang dioptimalkan untuk efisiensi suhu. Arsitektur CPU Kryo di dalamnya kini memiliki kecepatan hingga 2,8 GHz, memberikan peningkatan performa sebesar 15 dibandingkan generasi sebelumnya. Sektor paling menonjol adalah NPU (Neural Processing Unit) Hexagon terintegrasi yang mampu menghasilkan performa AI hingga 35 TOPS.

Secara spesifikasi, Snapdragon 6 Gen 5 mendukung:

Kamera: Spectra ISP 12-bit yang mendukung sensor tunggal hingga 200 MP atau triple camera 16 MP secara simultan.

Layar: Mendukung resolusi QHD+ dengan refresh rate 120 Hz atau FHD+ hingga 165 Hz.Konektivitas: Modem Snapdragon X70 5G dengan kecepatan download puncak 5,1 Gbps dan dukungan Wi-Fi 7.

Memori: Dukungan RAM LPDDR5X hingga kecepatan 3200 MHz.

Snapdragon 4 Gen 5: Standar Baru Ponsel 5G Murah

Untuk kelas entri, Snapdragon 4 Gen 5 hadir sebagai solusi bagi ponsel di rentang harga Rp2.550.000 (USD 150) hingga Rp4.250.000 (USD 250). Chipset ini fokus membawa kestabilan koneksi 5G dan kemampuan fotografi malam yang lebih baik.

Detail teknis Snapdragon 4 Gen 5 meliputi:

CPU: Kecepatan hingga 2,4 GHz dengan efisiensi daya yang diklaim 20 lebih hemat baterai.AI: Performa NPU sebesar 15 TOPS, cukup untuk menjalankan asisten suara berbasis AI dan fitur penghapus objek di foto secara instan.

Fotografi: Dukungan kamera hingga 108 MP dan perekaman video 1080p pada 60fps dengan stabilisasi elektronik (EIS) yang diperbarui.

Konektivitas: Menggunakan sistem RF Snapdragon X62 5G yang mendukung spektrum sub-6GHz dan mmWave.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa konsumen mulai jenuh dengan peningkatan megapiksel dan beralih mencari fitur cerdas yang fungsional. Chris Patrick, Senior Vice President Qualcomm, menyatakan bahwa "Tujuan utama kami tahun ini adalah memastikan setiap pengguna ponsel pintar, terlepas dari harganya, dapat merasakan asisten AI yang responsif tanpa perlu bergantung pada cloud."

Ponsel dengan chipset Snapdragon 6 Gen 5 diprediksi akan dipasarkan di rentang harga Rp5.100.000 (USD 300) hingga Rp7.650.000 (USD 450). Di pasar China, harga estimasi berada di angka 2.200 Yuan hingga 3.300 Yuan (sekitar Rp5.060.000 hingga Rp7.590.000 dengan asumsi konversi pasar).Kemampuan koneksi stabil pada chipset ini juga diuji untuk penggunaan luar ruangan yang ekstrem, di mana modemnya tetap mampu mengunci sinyal 5G meskipun pengguna berada di area pegunungan hingga jarak 50 KM dari pemancar terdekat tanpa kehilangan paket data secara signifikan.

Qualcomm sedang melakukan serangan balik yang sistematis. Dengan membawa fitur-fitur seperti Wi-Fi 7 dan NPU bertenaga tinggi ke seri 6 dan 4, mereka memaksa vendor ponsel untuk memberikan nilai lebih pada perangkat terjangkau. Bagi konsumen, ini adalah berita baik karena perbedaan pengalaman antara ponsel "mahal" dan "murah" kini semakin menipis di sisi fungsionalitas cerdas.

Apakah integrasi AI lokal ini cukup kuat untuk membuat pengguna seri lama melakukan upgrade besar-besaran di pertengahan 2026? Data penjualan dalam dua kuartal mendatang akan menjadi penentu utamanya.

Topik Menarik